Arab Saudi dan Mesir Kecam Serangan Israel di Suriah, Desak Tindakan Internasional
📅 Senin, 09 Jun 2025, 15:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Reuters
JAKARTA - Arab Saudi dan Mesir menyatakan kecaman keras terhadap serangan udara terbaru yang dilancarkan Israel di wilayah Suriah. Kedua negara itu menilai tindakan Israel sebagai pelanggaran hukum internasional dan menyerukan campur tangan komunitas internasional untuk menghentikan eskalasi yang semakin membahayakan stabilitas regional.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan bahwa Kerajaan menyatakan kutukan dan kecamannya atas pemboman pasukan pendudukan Israel di beberapa wilayah di Republik Arab Suriah dan upaya mereka untuk merusak keamanan dan stabilitasnya, dalam pelanggaran berulang terhadap perjanjian dan hukum internasional yang relevan. Saudi juga menyatakan solidaritas penuh kepada Suriah, baik terhadap rakyat maupun pemerintahnya, serta menyoroti urgensi tindakan global untuk mencegah konflik lebih luas.
“Pentingnya masyarakat internasional untuk memenuhi tanggung jawabnya dalam menghentikan tindakan Israel yang mengganggu stabilitas, mencegah meluasnya konflik — sebuah isu yang telah berulang kali diperingatkan oleh Arab Saudi,” lanjut pernyataan resmi tersebut.
Pemerintah Saudi menilai bahwa tindakan-tindakan militer yang terus dilakukan Israel berpotensi memperburuk ketegangan dan mengancam perdamaian kawasan secara keseluruhan.
Kementerian Luar Negeri Mesir juga menyampaikan kecaman serupa, menyebut serangan Israel terhadap Suriah sebagai bagian dari pola eskalasi sistematis. “Mesir mengecam serangan terbaru Israel terhadap wilayah Suriah, yang merupakan eskalasi sistematis, pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, dan pengabaian Piagam PBB,” tegas pernyataan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mesir menambahkan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah.
“Pendekatan Israel ini semakin memperburuk ketegangan dan konflik, sekaligus merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas teritorial Suriah,” lanjut pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir.
Pemerintah Mesir juga menyerukan keterlibatan aktif dari Dewan Keamanan PBB dan seluruh aktor internasional untuk menekan Israel agar menghentikan pelanggaran tersebut. Mereka menekankan bahwa tindakan Israel merupakan ancaman nyata terhadap stabilitas kawasan dan bertentangan dengan komitmen internasional terhadap perdamaian.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pentingnya Israel menarik diri dari wilayah Suriah yang baru-baru ini didudukinya, yang merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Perjanjian Pelepasan 1974, sebagai langkah menuju tercapainya penarikan penuh dari wilayah Suriah yang diduduki pada tahun 1967, mengingat Dataran Tinggi Golan adalah tanah Suriah yang diduduki,” tegas Mesir.
Serangan udara Israel pada Selasa malam menargetkan beberapa lokasi strategis di wilayah pedesaan Damaskus serta provinsi Daraa di bagian selatan Suriah. Kementerian Pertahanan Israel mengonfirmasi operasi tersebut, dan menyatakan bahwa langkah itu diambil untuk mencegah wilayah selatan Suriah menjadi basis milisi seperti di Lebanon selatan.
Setelah jatuhnya rezim Bashar al Assad pada bulan Desember, Israel memperluas kontrolnya di Dataran Tinggi Golan dengan merebut zona penyangga demiliterisasi. Tindakan ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap Perjanjian Pelepasan tahun 1974 antara Israel dan Suriah, dan menambah daftar panjang pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh Tel Aviv.
Israel juga telah meningkatkan intensitas serangan udaranya terhadap posisi militer Suriah di berbagai wilayah negara tersebut. Aksi militer ini menuai kecaman dari berbagai negara Arab serta Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menganggap tindakan tersebut sebagai ancaman bagi keamanan regional dan proses perdamaian di Timur Tengah.
Dengan meningkatnya ketegangan dan perluasan operasi militer Israel, tekanan terhadap komunitas internasional untuk bertindak semakin menguat. Arab Saudi dan Mesir menilai bahwa tanpa tindakan tegas, konflik berpotensi meluas dan merusak upaya stabilisasi di kawasan yang sudah lama terbelit perang dan krisis kemanusiaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!