Apa Penyebab Sinkhole di Limapuluh Kota? Ada Dua Kemungkinan, Ini Penjelasan IAGI
📅 Selasa, 06 Jan 2026, 18:23 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Fandi Yogari
KOTA PADANG, SUMATERA BARAT - Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Barat Dian Hadiyansyah menjelaskan dua kemungkinan penyebab dugaan sinkhole atau kondisi tanah tiba-tiba berlubang di Nagari Situjua Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota.
"Ada dua kemungkinan dari fenomena amblesan tanah di kawasan sawah masyarakat di Nagari Situjua Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota itu," katanya di Kota Padang, Selasa (6/1).
Pertama, fenomena alam tersebut dapat terjadi karena berada di kawasan batuan kapur atau batu gamping. Dari sisi keilmuan geologi, kejadian tanah yang tiba-tiba ambles dan membentuk lubang besar merupakan hal yang biasa terjadi sekaligus ditandai adanya aliran sungai bawah tanah.
Lebih jauh Dian menjelaskan sifat kimiawi dari batuan kapur, yakni kalsium karbonat ketika tergerus atau larut dengan air akan membentuk rongga-rongga. Kondisi ini berpotensi menyebabkan tanah amblas seperti yang terjadi di banyak daerah kawasan bukit kapur.
Kedua, tanah yang berlubang dengan lebar 10 meter dan panjang tujuh meter serta memiliki kedalaman lima meter itu lebih bisa terjadi karena faktor alam yang disebut erosi pipa.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Fenomena erosi pipa ini biasanya terjadi karena batuan sedimen vulkanik atau gunung api," jelas Ketua IAGI Sumbar tersebut.
Sayangnya, hingga kini IAGI Sumbar belum melakukan penelitian lebih jauh, sehingga belum dapat menyimpulkan penyebab utama fenomena alam yang terjadi.
IAGI Sumbar telah melaporkan temuan dugaan sinkhole itu ke Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait langkah yang harus dilakukan dalam menyikapinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan IAGI memiliki data geologi khususnya batuan di sekitar Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota. Data ini bisa menjadi salah satu rujukan lembaga tersebut apabila nantinya dilakukan penelitian di lapangan. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!