Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Fenomena Sinkhole Menurut Geolog Kerap Terjadi di Daerah Bukit Kapur

📅 Minggu, 04 Jan 2026, 21:03 WIB | Oleh:
Fenomena Sinkhole Menurut Geolog Kerap Terjadi di Daerah Bukit Kapur Doc: ANTARA/Destyan Sujarwoko
Ket. Warga yang penasaran melihat dari dekat lubang sinkhole yang terbentuk di tengah ruas jalan raya jalan selingkar Wilis, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis(27/2). Badan jalan di jalur menuju objek wisata Jurang senggani, lereng Gunung itu amblas dengan kedalaman yang belum diketahui, membentuk kawah kecil berdiameter 80 cm diduga akibat munculnya aliran.

KOTA PADANG, SUMATERA BARAT - Ahli Geologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi Ade Edward menyebut fenomena sinkhole atau tanah tiba-tiba berlubang dengan diameter yang cukup besar kerap terjadi di daerah batu kapur, seperti di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

"Fenomena sinkhole ini sebenarnya sering terjadi, terutama di daerah bukit kapur," kata Ade Edward di Kota Padang, Minggu (4/1).

Ade menjelaskan Nagari Situjuah merupakan kawasan batu kapur, namun tertutup oleh material erupsi Gunung Sago, sehingga tidak terlihat jelas. Kawasan subur ini umumnya dikelola oleh masyarakat setempat sebagai lahan pertanian.

Sifat dari kawasan batuan kapur adalah mudah larut jika terkena air hujan, kemudian terjadi retakan yang pada akhirnya menciptakan lubang besar atau disebut juga dengan fenomena sinkhole.

Ade mengatakan fenomena lubang besar yang tiba-tiba muncul di permukaan tanah tidak hanya terjadi di Nagari Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota. Kejadian serupa sebelumnya juga pernah terjadi di daerah Kamang, Kabupaten Agam yang merupakan kawasan batuan kapur.

Biasanya, ucap Ade, terdapat sungai bawah tanah di lokasi terjadinya sinkhole. Kondisi ini dapat membahayakan keselamatan masyarakat jika terjadi di pemukiman atau berdekatan dengan rumah warga.

Ia menduga kejadian tanah berlubang dengan ukuran cukup besar di Nagari Situjuah Batua bisa jadi dikarenakan adanya penyumbatan di bawah tanah dan terjadi retakan, sehingga tanah tersebut tiba-tiba ambruk.

Menurutnya, pemerintah daerah atau masyarakat perlu sesegera mungkin menutup atau menimbun lubang tersebut dengan material tanah, pasir, batu hingga dilakukan pengecoran demi mencegah kecelakaan.

"Jadi, ini bukan fenomena baru di Situjuah. Masyarakat lokal kerap menyebutnya dengan istilah Sawah Luluih," ujar dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kepala Bapanas: Stok Beras ...
Megapolitan
Jakarta Terima Hadiah Ultah...

Kerukunan dan Kebebasan Beribadah Patut Disyukuri

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kerukunan dan Kebebasan Ber...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.