Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Bencana, BNPB Harapkan Alat Pendeteksi Gempa Tak Terganggu Letusan Gunung Ruang

📅 Rabu, 01 Mei 2024, 08:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Bencana, BNPB Harapkan Alat Pendeteksi Gempa Tak Terganggu Letusan Gunung Ruang Doc: ANTARA/HO-BNPB
Ket. Pendar cahaya merah yang muncul saat erupsi terjadi pada puncak Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Selasa (30/4/2024).

Jakarta - Pimpinan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengharapkan alat pendeteksi gempa di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara dan sekitarnya tidak terganggu letusan Gunung Ruang sehingga bisa tetap melaporkan peringatan dini kebencanaan dengan cepat dan akurat.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa, guna menanggapi laporan adanya kerusakan pada salah satu stasiun seismik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akibat letusan Gunung Ruang fase kedua dini hari tadi.

Informasi yang dihimpun BNPB, stasiun seismik untuk merekam berbagai aktivitas kegempaan gunung api yang rusak itu berada di pinggir pantai Pulau Ruang dan berjarak sekitar dua kilometer dari pusat kawah aktif.

"Letusan itu mengakibatkan alat dari PVMBG sempat dilaporkanoffdan harus diinstal ulang, sehingga kami harapkan bisa kembali beroperasi seperti seharusnya," kata dia.

Selain itu, BNPB pun mengharapkan alat pendeteksi tsunami yang dioperasikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Informasi Geospasial (BIG) juga bisa difungsikan secara maksimal.

Alat pendeteksi tsunami tersebut berada di pos pemantauan muka air laut yang tersebar di wilayah Kepulauan Sangihe, Bitung dan Kepulauan Siau Kabupaten Sitaro.

Hal demikian dikarenakan menurut dia, erupsi fase ke dua Gunung Ruang pada Selasa dini hari tadi menimbulkan guncangan dan jangkauan material vulkanik yang lebih luas mencapai radius tujuh kilometer dari kawah aktif sehingga dikhawatirkan dampaknya bisa lebih besar.

"Oleh karena itu semuanya ini perlu disiapkan sehingga kita dapat meminimalisir dampak kerusakan seiring peningkatan aktivitas vulkanologi Gunung Ruang," ujarnya.

Sebelumnya, PVMBG resmi menetapkan status Gunung Ruang naik menjadi level IV (Awas) dari sebelumnya berada pada level III, Siaga.

Peningkatan status tersebut dilakukan setelah gunungstratovolcanoitu kembali meletus dan mengeluarkan kolom erupsi mencapai 2.000 meter dari atas puncak yang disertai suara gemuruh dan gempa yang dirasakan secara terus menerus, Selasa pagi pukul 02:35 WITA.

Bahkan, tim Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) di Pulau Ruang, Kabupaten Kepulauan Sitaro mencatat Gunung Ruang kembali mengalami tiga kali erupsi pada periode pengamatan mulai dari pukul 12:00 - 18:00 WITA. Ketiga letusan tersebut melontarkan material erupsi dengan warna asap kelabu dan hitam setinggi 800-1.500 meter.

Atas kondisi tersebut maka PVMBG merekomendasikan untuk segera mengevakuasi warga yang berada pada radius enam-tujuh kilometer dari pusat kawah aktif Gunung Ruang (Tagulandang dan sekitarnya) yang sama sekali tidak boleh ada aktivitas apapun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

48 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.