Anak-anak Dapat Belajar Membangun Daya Saing melalui Sektor Ekraf
📅 Senin, 21 Jul 2025, 00:33 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA - Sektor ekraf dapat menjadi ruang belajar anak-anak dalam membangun daya saing. "Menanamkan nilai kreativitas sejak dini bukan hanya soal bermain atau berkesenian, tapi juga membentuk karakter inovatif,” jelas Wamen Ekraf Irene Umar di Jakarta, Minggu.
Menurutnya, ekraf bisa menjadi ruang belajar anak yang menyenangkan sekaligus membangun daya saing bangsa. Kemenekraf turut mendukung upaya menanamkan kreativitas sejak dini melalui partisipasi dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Wamen Ekraf Irene menegaskan komitmen pemerintah dalam menanamkan bekal bagi para anak-anak Indonesia. Dalam peringatan HAN 2025, Kemen-PPPA membawa tema "Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045." Ini sekaligus sebagai momentum kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk mendorong anak-anak tumbuh sehat, bahagia, dan kreatif.
Salah satu rangkaian kegiatan yaitu jalan sehat dan hiburan rakyat di Bundaran HI, Jakarta pada hari Minggu (20/7). Sepanjang rute jalan sehat, anak-anak dan masyarakat menikmati pertunjukan seni, permainan tradisional seperti otok-otok. Mereka juga interaksi budaya yang membangun semangat persaudaraan.
Di Bundaran HI, pengunjung disambut dengan hiburan rakyat, kesenian daerah, dan berbagai aktivitas bermain permainan tradisional maupun gim lokal karya kreator muda Indonesia. Irene menyampaikan, dengan semangat "Anak Indonesia Bersaudara" Hari Anak Nasional 2025 menjadi ruang bersama untuk memperkuat budaya, karakter, dan kolaborasi sejak dini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam momen itu, Kementerian Ekraf memberikan dukungan terhadap subsektor game lokal untuk memperkenalkan produk kreatif anak bangsa ke audiens yang lebih luas sejak usia dini, melalui pendekatan yang menyenangkan dan edukatif. Game lokal yang ditampilkan mengusung nilai kebangsaan, keberagaman, dan kolaborasi, menjadikannya selaras dengan semangat Hari Anak Nasional.
"Kementerian Ekraf berkomitmen menciptakan ruang yang aman, kreatif, dan inklusif bagi anak-anak sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045," ujar Irene. Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menekankan pentingnya perlindungan dan pelibatan anak dalam pembangunan bangsa.
"Peringatan Hari Anak Nasional harus dirasakan bersama-sama oleh seluruh anak Indonesia. Mereka berhak bermain, berkesenian, mengenal pahlawan, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan penuh kasih sayang," ucap Menteri PPPA Arifatul.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kegiatan itu dihadiri sejumlah pejabat tinggi Negara. Ada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
Ada pula Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Isyana Bagoes Oka, serta istri Wakil Presiden RI sekaligus Ketua Umum Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional) Selvi Ananda Putri.
Kehadiran para tokoh lintas kementerian ini menegaskan bahwa pemenuhan hak anak bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian PPPA semata, melainkan merupakan komitmen bersama lintas kementerian dan lembaga negara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!