Aktivitas Tambang di Bogor Kembali Dibuka Usai Ditutup Dedi Mulyadi
📅 Rabu, 14 Jan 2026, 07:43 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
KABUPATEN BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyiapkan skema transisi agar aktivitas pertambangan di wilayah Bogor Barat dapat kembali berjalan secara terbatas, setelah penutupan sementara oleh Gubernur Dedi Mulyadi atau KDM.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, skema tersebut akan dibahas bersama Gubernur Jawa Barat sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan penataan kegiatan pertambangan.
“Masyarakat ingin tetap ada aktivitas ekonomi, walaupun terbatas. Itu yang akan kami bicarakan dengan Pak Gubernur,” kata Ajat usai audiensi antara Bupati Bogor Rudy Susmanto dengan pengusaha tambang dan warga terdampak penutupan aktivitas tambang di Pendopo Bupati Bogor, Selasa (13/1).
Opsi pembukaan kembali ini setelah beberapa kali berlangsung aksi demonstrasi warga terdampak penutupan aktivitas tambang di Kantor Kecamatan Cigudeg.
Menurut Ajat, Pemkab Bogor bersama para pengusaha telah menunjukkan iktikad baik melalui kesepakatan membangun jalan khusus angkutan tambang sepanjang sekitar 15 kilometer yang melintasi Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jalur tersebut nantinya akan menjadi satu-satunya akses bagi kendaraan pengangkut material tambang, sehingga truk bermuatan besar tidak lagi melintas di jalan umum yang digunakan masyarakat.
Sambil menunggu jalan tersebut terbangun, Pemkab Bogor mengusulkan pembatasan operasional, seperti hanya mengizinkan kendaraan bertonase kecil melintas di jalur eksisting untuk menjaga pergerakan ekonomi warga tanpa menimbulkan gangguan besar.
Ajat menjelaskan, penutupan dan pembukaan tambang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sehingga seluruh opsi yang disusun pemerintah daerah dan para pengusaha akan disampaikan kepada Gubernur sebagai bahan pertimbangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pak Gubernur sangat memperhatikan dampak sosial dan lingkungan. Karena itu keputusan nantinya tidak diambil secara gegabah,” ujarnya.
Ia menambahkan, jalan khusus tambang dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk menekan potensi konflik antara aktivitas pertambangan dan kehidupan masyarakat di sekitar wilayah tambang.
“Kalau jalur khusus ini sudah ada, aktivitas tambang bisa berjalan lebih tertib dan risiko gejolak di masyarakat dapat dikurangi,” kata Ajat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (9)
14 Jan 2026, 21:26 WIB.
Smoga ada solusi terbaik utk warga sekitar tambang yg jumlahnya ribuan agar kembali beraktifitas, APBD Bogor jg naik, dgn pengawasan ESDM, ammin
Balas14 Jan 2026, 21:58 WIB.
Kenapa tidak dibuatkan saja angkutan kereta api khusus barang tambang, lebih efisien bisa mengangkut banyak gerbong, minim polusi, biaya pembuatan jalur rel KA lebih murah
Balas14 Jan 2026, 23:25 WIB.
Mantap sekali kebijakannya, Bogor Barat layak maju karena SDA nya mumpuni.
Balas15 Jan 2026, 17:56 WIB.
Saya sangat setuju untuk kekayaan yang ada suatu daerah tersebut dimanfaatkan seluas luasnya untuk penduduk setempat
Balas16 Jan 2026, 06:45 WIB.
Berita simpang siur....kemarin begitu sekarang begini...
Balas16 Jan 2026, 06:48 WIB.
Ya begitulah...
Balas16 Jan 2026, 19:30 WIB.
Yang penting mah kesejahteraan masyarakat sekitar kudu diperhatikan bener - bener, jgn Ampe ada warga yang ngk punya rumah, minimal punya harapan yang indah????
Balas18 Jan 2026, 08:17 WIB.
Umumnya tambah galian pasir dan tanah, dampaknya bukan hnya kpd warga sekitar tp warga yg dilalui kendaraan. Jgn hnya ekonomi segelintir orang. Masyarakat lebih luas malah terganggu. Lingkungan rusak.
Balas18 Jan 2026, 09:30 WIB.
Sayang, para korban lalin akibat tambang atau mrk yg terganggu dg tambang selama ini tidak terkoordinasi dg baik sehingga suara mrk kalah dg org2 berduit yg mengeruk keuntungan besar dari tambang yg merusak alam dan lingkungan utk sekarang dan mendatang
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!