Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Akreditasi Mahal dan Menakutkan, Menteri Brian Janji Evaluasi BAN-PT & LAM

📅 Rabu, 27 Agu 2025, 17:45 WIB | Oleh:
Akreditasi Mahal dan Menakutkan, Menteri Brian Janji Evaluasi BAN-PT & LAM Doc: ANTARA/HO-Kemdiktisaintek RI
Ket. Rapat kerja Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (27/8).

JAKARTA -  Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menilai proses akreditasi perguruan tinggi di Indonesia masih berorientasi pada penilaian yang menakutkan, bukan pada perbaikan kualitas. Ia membandingkan pengalaman akreditasi internasional yang bersifat konsultan dengan pendekatan BAN-PT yang kerap dinilai menghakimi. Brian menegaskan, ke depan pihaknya akan mendorong perubahan pola pikir BAN-PT dan LAM agar lebih rasional, termasuk soal biaya akreditasi yang kerap memberatkan kampus.

"Kami akan mengundang BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi), sebenarnya ada sesuatu yang kurang pas memang dari mindset akreditasi di Indonesia ini Pak. Saya sebenarnya sudah menyampaikan, tapi mungkin perlu sosialisasi lebih banyak lagi," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen di Jakarta, Rabu.

Ia menceritakan pengalaman saat menjadi Kepala Program Studi di Institut Teknologi Bandung (ITB) beberapa waktu lalu, di mana Tim Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) dari Amerika Serikat melakukan pendekatan yang berbeda dalam akreditasi perguruan tinggi.

Ia menyebut tim akreditasi internasional hadir bukan sebagai hakim yang menilai, melainkan konsultan untuk mengembangkan hal yang masih dirasa kurang.

"Dia bukan datang untuk menjadi judge, menjadi penentu, menjadi hakim. Dia ini A, B, C, tetapi mindset-nya itu adalah improvement. Dia datang untuk membantu meningkatkan kualitas," ujarnya.

Ia mengemukakan tentang pentingnya menjalani akreditasi.

"Saya merasakan betul ketika dulu saya diakreditasi sebagai ketua program studi. Saya diakreditasi oleh orang Amerika Serikat yang datang ke sini dengan orang Indonesia yang akreditasi kita sendiri. Orang Indonesia ini memang menakutkan, mengerikan Pak," katanya terkesan berkelakar.

Maka dari itu, Brian menyebutkan nantinya Kemdiktisaintek akan mencoba mengomunikasikan kembali ke BAN-PT agar mampu membantu meningkatkan kualitas perguruan tinggi di Indonesia.

Tak hanya terhadap BAN-PT, ia memastikan koordinasi juga akan dilakukan dengan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) yang menjadi keluhan sejumlah perguruan tinggi, yang disebabkan oleh biaya akreditasi yang cukup mahal.

"Ini juga kita sedang lakukan evaluasi, karena seharusnya jangan sampai juga terlalu tinggi sehingga membebani teman-teman di perguruan tinggi," ujarnya.

Ia mengemukakan pentingnya pihak LAM lebih rasional terkait dengan akreditasi.

"Dan kami akan melihat dan berbicara dengan teman-teman di LAM bagaimana lebih rasionalisasi, dan juga kami sebenarnya mendorong dosen-dosen reviewer-nya itu jangan berasal dari lokasi yang terlalu jauh. Misalnya dari provinsi yang sama, sehingga biayanya tidak terlalu besar, atau dari provinsi yang berdekatan begitu. Itu kita mendorong ke sana supaya biaya menjadi tidak terlalu besar," demikian Brian Yuliarto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.