Adidas Digugat! Sandal Barunya Gunakan Desain Tradisional Warga Pribumi Meksiko Tanpa Izin
📅 Sabtu, 09 Agu 2025, 10:30 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: retail-insight
MEXICO CITY - Pemerintah Meksiko menuntut kompensasi dari Adidas yang dituduh melakukan perampasan budaya karena mengeluarkan sandal yang menyerupai desain tradisional dari negara bagian Oaxaca di selatan.
Sandal Oaxaca Slip-On diciptakan oleh perancang busana AS Willy Chavarria, yang memiliki warisan Meksiko, namun pejabat di Oaxaca menolaknya karena tidak menerima izin dari komunitas Pribumi, pemilik desain asli.
Pemerintah mengatakan Adidas telah sepakat untuk bertemu dengan otoritas Oaxaca, yang berpendapat bahwa sandal tersebut dimodelkan berdasarkan "huarache" (sandal) tradisional desa Villa de Hidalgo Yalalag.
"Ini adalah kekayaan intelektual kolektif. Harus ada kompensasi. Hukum warisan harus dipatuhi," kata Presiden Claudia Sheinbaum dalam konferensi pers rutinnya di pagi hari.
Kontroversi ini adalah contoh terkini dari pejabat Meksiko yang mengecam merek atau desainer besar yang menggunakan karya seni atau desain Pribumi yang tidak sah dari wilayah tersebut. Keluhan sebelumnya diajukan terhadap raksasa mode cepat Shein, Zara dari Spanyol, dan label kelas atas Carolina Herrera.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!