Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ada Katak Jenis Baru Endemik Pulau Sulawesi, Seperti Apa Wujudnya?

📅 Kamis, 19 Okt 2023, 00:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ada Katak Jenis Baru Endemik Pulau Sulawesi, Seperti Apa Wujudnya? Doc: ANTARA/HO-BRIN
Ket. Katak jenis baru endemik Pulau Sulawesi.

Jakarta - Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan katak jenis baru yang berwarna cokelat dengan moncong bulat pada serasah daun hutan di Gunung Mekongga, Sulawesi Tenggara, pada ketinggian 2.528 meter di atas permukaan laut.

Periset Biosistematika dan Evolusi BRIN Auni Ade Putri mengatakan katak endemik itu diberi nama Oreophryne riyantoi. Asal-usul nama 'riyantoi' pada katak jenis baru itu didedikasikan untuk seorang peneliti senior yang saat ini aktif meneliti pada Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, yaitu Awal Riyanto.

"Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya yang luar biasa dalam bidang taksonomi dan konservasiherpetofaunadi Sulawesi," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Katak jenis baru itu ditemukan setelah dilakukan analisis morfologi danfilogenetikoleh timherpetologiPusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, yaitu Auni Ade Putri, Wahyu Trilaksono, Hellen Kurniati, Amir Hamidy, dan tim Institut Pertanian Bogor, University of California, dan Zoological Community of Celebes Sulawesi Tengah.

Dasar penemuan katakOreophryne riyantoididukung dari data morfologi dan analisisfilogenetik gen 16S rRNA.

Hasil identifikasi menyebutkan spesies baru itu didiagnosis memiliki moncong bulat pada tampilan punggung dan lateral, membran timpani tidak jelas, jarak interorbital sempit, tangan kecil, jari tangan dan kaki tidak berselaput, cakram terminal pada jari tangan dan kaki kecil, kakinya yang sangat pendek, serta permukaan punggung kepala, badan, dan anggota badan dengan tuberkel yang tidak teratur.

"Berdasarkan analisis mendalam dan sejumlah pendekatan identifikasi lainnya, tim sepakat dan meyakini spesimen kali ini tervalidasi sebagai spesies berbeda, serta belum memiliki nama ilmiah," kata Auni.

BRIN menemukan hal yang menarik dari katak jenis baru tersebut karenaOreophryne riyantoihidup di hutan pegunungan.

Padahal, genusOreophrynebiasanya ditemukan tinggal di daerah terestrial, seperti padang rumput terbuka di dataran tinggi atau padang rumput yang didominasi pakis.

Dalam proses identifikasi, tim peneliti memeriksa morfologi 50 spesimenOreophryneSulawesi dan mengenali spesies berbeda yang belum terdeskripsikan.

Periset Biosistematika dan Evolusi BRIN Wahyu Trilaksono telah mengumpulkan seluruh spesimenOreophryne riyantoiGunung Mekongga, Pegunungan Mekongga, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada 20 November 2011.

"Holotipetersimpan di Museum Zoologicum Bogororiense (MZB) Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN dengan paratipe seekor jantan dewasa dan seekor jantan remaja," kata Wahyu.

Penemuan katak jenis baru itu dipublikasikan ke dalam jurnal Zootaxa Volume 5353 Nomor 5 pada 12 Oktober 2023. Dengan demikian, tercatat ada empat spesies endemikOreophrynedi Sulawesi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.