Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AAJI: Hasil Investasi Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 241,5 Persen

📅 Kamis, 24 Agu 2023, 16:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
AAJI: Hasil Investasi Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 241,5 Persen Doc: ANTARA/Muhammad Heriyanto
Ket. Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon, Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI, dan Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi & Pajak AAJI dalam konferensi pers di Rumah AAJI di Jakarta, Kamis (24/8/2023).

JAKARTA - Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menyampaikan total hasil investasi industri asuransi jiwa di Indonesia tercatat meningkat signifikan sebesar 241,5 persen year on year (yoy) pada semester I-2023.

Hasil investasi industri asuransi jiwa tercatat menjadi sebesar Rp16,38 triliun pada semester I-2023, dari sebelumnya hanya sebesar Rp4,80 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

"Meningkatnya hasil investasi, antara lain dipengaruhi kinerja positif dari instrumen investasi Surat Berharga Negara (SBN)," ujar Budi dalam konferensi pers di Rumah AAJI, Menteng, Jakarta, Kamis (24/8).

Dia menjelaskan total investasi industri asuransi jiwa nasional tercatat sebesar Rp538,77 triliun pada semester I-2023, atau sekitar 87,6 persen dari total aset industri asuransi jiwa yang sebesar Rp615,01 triliun.

Total investasi pada paruh pertama 2023 tersebut meningkat tipis 0,4 persen (yoy) dibandingkan sebelumnya sebesar Rp536,67 triliun pada periode yang sama 2022.

"Investasi mengalami peningkatan 0,4 persen. Peningkatan tersebut antara lain dipengaruhi oleh peningkatan pada sejumlah instrumen investasi, seperti saham, sukuk korporasi dan SBN," ujar Budi.

Budi mengatakan industri asuransi jiwa turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan pasar modal melalui penempatan investasi jangka panjang pada instrumen saham, reksa dana, dan sukuk korporasi total sebesar Rp297,19 triliun.

Rinciannya, alokasi investasi pada instrumen saham sebesar Rp158,18 triliun, instrumen reksa dana sebesar Rp95,07 triliun, dan instrumen sukuk korporasi sebesar Rp43,93 triliun.

Sementara itu, alokasi investasi pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan deposito masing-masing secara berurutan sebesar Rp157,16 triliun dan Rp38,94 triliun.

Kemudian, alokasi investasi pada instrumen bangunan dan tanah sebesar Rp14,38 triliun, instrumen penyertaan langsung sebesar Rp23,75 triliun, dan lain- lain sebesar Rp7,34 triliun.

Budi menyebut peningkatan 241,5 persen (yoy) hasil investasi selama paruh pertama 2023 tersebut telah menopang pendapatan industri asuransi jiwa nasional menjadi senilai Rp107,32 triliun, atau meningkat tipis 1,8 persen (yoy) dibandingkan sebelumnya sebesar Rp105,44 triliun pada periode yang sama 2022.

"Harapannya dengan semakin membaiknya perekonomian ini, juga semakin meningkatkan minat masyarakat terhadap industri asuransi jiwa dan mampu mendorong pendapatan premi industri," ujar Budi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.