Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

549 Tenaga Kesehatan dan Tenaga Medis Telah Menerima Imunisasi Campak

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 17:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
549 Tenaga Kesehatan dan Tenaga Medis Telah Menerima Imunisasi Campak Doc: Antara

Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan sejak dimulai pada 10 April hingga Selasa (14/4), sebanyak 549 orang telah menerima 1 dosis imunisasi measles-rubella (MR), untuk pencegahan penyakit di kalangan tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis (named).

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman di Jakarta, Jumat, mengatakan angka tersebut dari total sasaran 262.299 tenaga kesehatan dan tenaga medis di 14 provinsi prioritas serta 14.419 dokter internship di 38 provinsi.

"Sampai hari ini, sebanyak 18 provinsi sudah memulai pelaksanaan dan melaporkan hasil layanan, yaitu Bali, Banten, Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Jambi, Riau, Sumut, Lampung, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kaltara, NTB, Sulsel, Sulteng, dan Papua Tengah," kata Aji.

Dia menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada tantangan yang berarti. Provinsi lainnya belum memulai dikarenakan masih melakukan proses persiapan, di antaranya pendataan sasaran dan koordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan.

Mengenai ketentuan pemberian vaksin, katanya, apabila memiliki riwayat imunisasi campak 2 dosis, maka tidak perlu diberikan. Apabila memiliki riwayat imunisasi 1 dosis, maka diberikan 1 dosis.

"Apabila belum memiliki riwayat imunisasi, diberikan 2 dosis dengan interval minimal 28 hari. Dosis 0,5 ml subkutan," ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa strategi pemberian imunisasi campak diatur oleh tiap fasilitas pelayanan kesehatan.

Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan bahwa jumlah kasus campak 2026 sampai dengan minggu ke-14 2026, sebanyak 16.912 kasus.

"Kasus naik tajam pada awal tahun, dengan puncak pada minggu pertama 2.220 kasus. Setelah minggu keempat, tren mingguan mulai menurun bertahap, meningkat pada minggu ke-9 dan kembali menurun hingga minggu ke-14, yakni 169 kasus," katanya.

Untuk mencegah agar tidak kena campak, pihaknya mengimbau publik untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menghindari kerumunan, dan memakai masker apabila beraktivitas di keramaian.

"Tenaga medis dan tenaga kesehatan senantiasa menerapkan kewaspadaan universal (universal precaution) yang sesuai saat menangani pasien, menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai," katanya.

Dia mengingatkan untuk melengkapi status imunisasi campak bayi dan anak, dan untuk segera mendapatkannya bila belum, meski sudah lewat dari jadwal yang ditentukan.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa nakes dan named merupakan satu dari sejumlah kelompok yang rentan terkena campak, mengingat seringnya mereka menangani pasien dengan kondisi tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.