Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

3 Tahun Dipenjara, Tiongkok Akhirnya Bebaskan Jurnalis Australia Cheng Lei

📅 Kamis, 12 Okt 2023, 09:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
3 Tahun Dipenjara, Tiongkok Akhirnya Bebaskan Jurnalis Australia Cheng Lei Doc: AFP/DFAT/Alumni Global Australia
Ket. Jurnalis Australia Cheng Lei ditahan di Tiongkok sejak Agustus 2020.

SYDNEY - Jurnalis Australia Cheng Lei dideportasi dari Tiongkok pada Rabu (11/10) setelah lebih dari tiga tahun ditahan atas tuduhan spionase dianggap bermotif politik.

Mantan pembawa berita untuk lembaga penyiaran pemerintah Tiongkok CGTN itutelah ditahan sejak Agustus 2020.

Ibu dua anak ini pernah dikenal di saluran berbahasa Inggris milik pemerintah, melakukan wawancara dengan para CEO ternama dari seluruh dunia.

Dia ditangkap secara resmi beberapa bulan setelah menghilang, dan dalam kasus yang tidak jelas akhirnya didakwa dengan tuduhan "memasok rahasia negara ke luar negeri".

"Kepulangannya mengakhiri beberapa tahun yang sangat sulit," kata Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.PM memuji kepulangan Cheng sebagai berita yang "disambut dengan hangat, tidak hanya oleh keluarga dan teman-temannya, tetapi oleh seluruh warga Australia".

Cheng ditahan saat hubungan antara Beijing dan Canberra sedang tegang. Perlakuan kasar Beijing semakin memperburuk hubungan kedua negara.

Tiongkok telah berulang kali menahan warga negara asing saat terjadi ketegangan politik yang tinggi dengan negara asal mereka, sehingga menimbulkan tuduhan adanya diplomasi penyanderaan.

Cheng diadili secara tertutup. Duta besar Australia untuk Tiongkok dilarang masuk ke pengadilan untuk mengawasi proses persidangan.

Pemerintah Australia telah lama berkampanye untuk pembebasannya, menyerukan Tiongkok untuk mengikuti "standar dasar keadilan, keadilan prosedural, dan perlakuan manusiawi".

Albanese mengatakan Cheng telah dibebaskan setelah "penyelesaian proses hukum di Tiongkok".

Kepulangan Cheng akan memfasilitasi kunjungan Albanese ke Tiongkok pada "waktu yang disepakati bersama" tahun ini.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Keamanan Negara Tiongkok mengatakan jurnalis tersebut telah dideportasi "setelah menjalani hukumannya" dua tahun 11 bulan penjara atas tuduhan "secara ilegal memberikan rahasia negara ke luar negeri".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.