Limbah Jagung & Sekam Padi Disulap Jadi Listrik, PLN EPI Targetkan 10 Juta Ton Biomassa per Tahun
Minggu, 08 Nov 2026, 13:40 WIB | Oleh: Tim RedaksiDari sisi manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan, pengembangan ekosistem biomassa juga diproyeksikan berpotensi menghasilkan penerimaan negara sebesar Rp 1,25 triliun, menurunkan emisi hingga 12 juta ton CO₂ ekuivalen, serta menciptakan sekitar 150 ribu lapangan kerja hijau. Selain itu, pemanfaatan biomassa berpotensi mengoptimalkan hingga 20 juta ton limbah per tahun menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi.
Dampak ekonomi pengembangan biomassa mulai tercermin dari keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok PLN. Saat ini, sekitar 210 perusahaan telah memiliki kontrak aktif sebagai pemasok biomassa. Dengan asumsi setiap perusahaan mempekerjakan sekitar 100 orang, rantai pasok tersebut memiliki potensi penyerapan tenaga kerja hingga 21 ribu orang.
Menariknya, sekitar 70–80 persen perusahaan mitra tersebut berasal dari kalangan pelaku usaha muda di daerah. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengembangan biomassa tidak hanya mendukung diversifikasi energi, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya kewirausahaan, industri pengolahan, dan aktivitas ekonomi produktif berbasis potensi lokal.
Untuk mempercepat pengembangan ekosistem biomassa nasional, PLN EPI menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dalam menciptakan kebijakan yang mendukung daya saing industri dan keberlanjutan pasokan. Dukungan tersebut mencakup kebijakan harga biomassa yang kompetitif dari Kementerian ESDM, pengaturan tata niaga dan ekspor oleh Kementerian Perdagangan, dukungan pembiayaan dari Kementerian Keuangan, serta percepatan industrialisasi pengolahan biomassa melalui Kementerian Perindustrian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, penguatan infrastruktur transportasi dan efisiensi logistik melalui dukungan Kementerian Perhubungan menjadi faktor penting dalam memastikan biomassa dari sentra produksi dapat disalurkan secara ekonomis dan berkelanjutan menuju pembangkit listrik.
"Kalau seluruh kementerian dan pemangku kepentingan bisa bergerak bersama dalam melihat biomassa dan bioenergi, saya optimistis pemanfaatannya dapat meningkat sesuai kebutuhan, yakni mencapai sekitar 10 juta ton per tahun," ujar Hokkop.
Ke depan, PLN EPI akan terus memperkuat pengembangan ekosistem biomassa terintegrasi melalui optimalisasi teknologi cofiring, peningkatan kualitas bahan bakar, penguatan rantai pasok domestik, serta pemberdayaan pelaku usaha dan masyarakat di daerah. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan pengembangan biomassa dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Melalui pengembangan biomassa sebagai bagian dari bauran energi pembangkit, PLN EPI menegaskan bahwa transisi energi tidak hanya berorientasi pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga menjadi peluang untuk membangun sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis sumber daya domestik.
Optimalisasi limbah menjadi energi, penciptaan lapangan kerja hijau, serta penguatan industri biomassa nasional menjadi fondasi dalam mewujudkan ketahanan energi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung visi PLN EPI menjadi perusahaan global dalam solusi energi primer terintegrasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!