Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Limbah Jagung & Sekam Padi Disulap Jadi Listrik, PLN EPI Targetkan 10 Juta Ton Biomassa per Tahun

8 Minggu, 08 Nov 2026, 13:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Limbah Jagung & Sekam Padi Disulap Jadi Listrik, PLN EPI Targetkan 10 Juta Ton Biomassa per Tahun Limbah Jagung & Sekam Padi Disulap Jadi Listrik, PLN EPI Targetkan 10 Juta Ton Biomassa per Tahun Doc: istimewa
Ket. Tongkol jagung merupakan salah satu jenis biomassa yang dimanfaatkan PLN Energi Primer Indonesia (EPI) sebagai bahan bakar pembangkit listrik secara berkelanjutan

JAKARTA – PT. PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong penguatan ekosistem biomassa nasional untuk meningkatkan pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar pembangkit listrik hingga 10 juta ton per tahun, sekaligus membuka peluang penciptaan 150 ribu lapangan kerja hijau (green jobs). 

Strategi tersebut dilakukan melalui optimalisasi program cofiring di 52 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PLN Group, pengembangan rantai pasok biomassa berbasis sumber daya domestik, serta penguatan kolaborasi lintas kementerian dan pelaku usaha. Hal ini disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam Diskusi Panel Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta pekan ini.

Hokkop menjelaskan bahwa peningkatan pemanfaatan biomassa menjadi bagian dari strategi PLN EPI dalam mempercepat transisi energi, mengurangi ketergantungan terhadap batu bara, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dari limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Sejak pertama kali diterapkan pada 2020, program cofiring terus berkembang dan hingga 2025 telah diimplementasikan di 52 PLTU dengan total pemanfaatan biomassa mencapai 2,352 juta ton.

"Kalau kita hitung berdasarkan teknologi pembangkit, untuk PLTU dengan teknologi PC kita dorong pemanfaatan biomassa hingga 10 persen, CFB di atas 25 persen, dan stoker di atas 70 persen. Jika seluruh potensi itu dikalkulasikan, kebutuhan biomassa PLN bisa mencapai sekitar 8–10 juta ton," ujar Hokkop 

Menurut Hokkop, peluang peningkatan pemanfaatan biomassa masih terbuka luas melalui optimalisasi teknologi pembangkit yang telah beroperasi. PLN mengoperasikan tiga jenis teknologi pembangkit, yakni pulverized coal (PC), circulating fluidized bed (CFB), dan stoker, yang masing-masing memiliki kemampuan berbeda dalam menyerap biomassa sesuai karakteristik teknologi dan spesifikasi bahan bakar.

Salah satu implementasi optimalisasi tersebut terlihat di PLTU Sanggau, Kalimantan Barat, yang menggunakan teknologi stoker dan telah mampu memanfaatkan biomassa hingga sekitar 73 persen. Bahkan, teknologi tersebut memiliki potensi substitusi batu bara hingga 100 persen apabila kualitas dan karakteristik biomassa memenuhi persyaratan teknis pembangkit.

Untuk mendukung peningkatan pemanfaatan tersebut, PLN EPI terus mendorong penguatan kualitas biomassa, khususnya dari sisi nilai kalor, kadar air, dan karakteristik material. Pengolahan biomassa menjadi produk seperti wood pellet dan wood chip juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesesuaian bahan bakar dengan kebutuhan teknologi pembangkit.

Dari sisi realisasi, pemanfaatan biomassa PLN menunjukkan tren pertumbuhan signifikan dalam lima tahun terakhir. Volume cofiring meningkat dari 9.728 ton pada 2020 menjadi 282.581 ton pada 2021, kemudian 585.663 ton pada 2022, dan 1,006 juta ton pada 2023. Angka tersebut kembali meningkat menjadi 1,624 juta ton pada 2024 dan 2,352 juta ton pada 2025.

Sementara itu, hingga 26 Oktober 2026, realisasi pemanfaatan biomassa mencapai 1,842 juta ton. Sejalan dengan pengembangan program, jumlah jenis biomassa yang dimanfaatkan secara berkelanjutan juga meningkat dari tiga jenis pada 2020 menjadi 18 jenis pada Oktober 2026.

 Rata-rata nilai kalor biomassa turut meningkat dari 2.520 kilokalori per kilogram menjadi 3.440 kilokalori per kilogram, mencerminkan upaya peningkatan kualitas bahan bakar untuk mendukung optimalisasi pembangkit.

PLN EPI telah mengidentifikasi sekitar 70 jenis biomassa yang pernah diuji atau dimanfaatkan, dengan 18 jenis di antaranya telah memasok secara berkelanjutan ke pembangkit. Jenis biomassa tersebut antara lain tongkol jagung, sekam padi, cangkang sawit, limbah kayu, serta berbagai residu pertanian dan perkebunan.

Meski memiliki potensi sumber daya yang besar, pengembangan biomassa nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari persaingan pasar ekspor, keterbatasan fasilitas pengolahan, tingginya biaya logistik, hingga belum terintegrasinya rantai pasok dari hulu hingga hilir. Karena itu, PLN EPI mendorong penguatan kebijakan yang dapat memberikan prioritas bagi pemanfaatan biomassa untuk kebutuhan energi domestik.

Hokkop mengusulkan agar sekitar 30 persen dari potensi biomassa yang dapat dimanfaatkan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu memperkuat kepastian pasokan bahan baku, meningkatkan skala industri biomassa nasional, sekaligus mendukung pencapaian target pemanfaatan biomassa untuk pembangkit listrik.

"Kami tidak meminta seluruh produksi biomassa dialokasikan untuk PLN. Kami hanya meminta sekitar 30 persen untuk kebutuhan domestik. Dengan alokasi tersebut, pemanfaatan biomassa untuk PLN berpotensi mencapai sekitar 10 juta ton," katanya.

Lebih dari sekadar substitusi bahan bakar fosil, pengembangan biomassa juga memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru, khususnya di wilayah sentra pertanian, perkebunan, dan kehutanan.

 Berdasarkan perhitungan PLN EPI, pemanfaatan biomassa sekitar 2,5 juta ton dapat menghasilkan perputaran ekonomi hampir Rp 4 triliun per tahun. Apabila pemanfaatannya meningkat menjadi 20 juta ton, skala ekonomi yang terbentuk diperkirakan mencapai Rp 11,7 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

PSS Sleman Harus Menang Atas Bhayangkara Sore Ini

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSS Sleman Harus Menang Ata...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.