Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Surplus Dagang Menyusut, Rupiah Terancam, Ekonom: Ini Bukan Sekadar Angka, Tapi Alarm Stabilitas!

8 Minggu, 08 Nov 2026, 13:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Surplus Dagang Menyusut, Rupiah Terancam, Ekonom: Ini Bukan Sekadar Angka, Tapi Alarm Stabilitas! Surplus Dagang Menyusut, Rupiah Terancam, Ekonom: Ini Bukan Sekadar Angka, Tapi Alarm Stabilitas! Doc: istimewa
Ket. Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, Y.B. Suhartoko (merah/pertama dari kanan) menegaskan, penyusutan surplus perdagangan Indonesia sepanjang Januari-September 2026 bukan sekadar angka statistik tetapi alarm bagi stabilitas ekonomi, karena bisa memperberat defisit neraca transaksi berjalan dan menekan nilai tukar rupiah

JAKARTA-Penyusutan surplus perdagangan Indonesia bukan sekadar angka statistik. Bagi Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, Y.B. Suhartoko, ini adalah alarm bagi stabilitas ekonomi, karena bisa memperberat defisit neraca transaksi berjalan dan menekan nilai tukar rupiah.

Suhartoko menjelaskan, neraca transaksi berjalan terdiri dari empat komponen, yakni neraca perdagangan, neraca jasa, neraca pendapatan primer atau pendapatan faktor produksi, dan neraca pendapatan sekunder yang mencatat transaksi berjalan yang bersifat sepihak.

Selama lima tahun terakhir, yakni 2021-2025 hingga berjalan 2026, neraca perdagangan Indonesia secara konsisten surplus, ditopang kinerja ekspor nonmigas seperti bahan bakar mineral dan nikel, meski mulai menghadapi fluktuasi global dan tekanan pada sektor migas.

Namun, kondisi neraca transaksi berjalan dalam lima tahun terakhir (2022-2026) menunjukkan tren fluktuatif. Sempat mencatat surplus berkat boom komoditas, namun kembali mengalami tekanan defisit yang signifikan setelah itu.

"Turunnya surplus neraca perdagangan semakin memperberat kondisi defisit neraca transaksi berjalan," ujar Suhartoko, Minggu (8/11).

Dampaknya, kata dia, langsung terasa ke rupiah. Defisit neraca transaksi berjalan akan meningkatkan permintaan valuta asing dan menyebabkan depresiasi rupiah dan terganggunya stabilitas ekonomi.

"Dampak defisit neraca transaksi berjalan adalah peningkatan permintaan valuta asing dan menyebabkan depresiasi rupiah dan terganggunya stabilitas ekonomi," tegasnya.

Suhartoko menegaskan, dalam jangka pendek tren penyusutan surplus tidak otomatis bisa dibalik. Solusinya harus ditempuh dalam jangka menengah dan panjang.

"Dalam jangka pendek tidak otomatis bisa dilakukan. Namun jangka menengah dan panjang perlu diperluas komoditas ekspor, terutama yang mempunyai value added tinggi," ujarnya.

Perluasan itu, kata dia, hanya bisa dilakukan jika pembangunan industri hilirnya kuat dan berkelanjutan karena ketersediaan bahan baku.

"Ini bisa dilakukan jika pembangunan industri hilirnya kuat dan berkelanjutan karena ketersediaan bahan baku," kata Suhartoko.

Selain hilirisasi, pemerintah juga perlu melakukan diversifikasi negara tujuan ekspor untuk menambah pasar dan tidak bergantung pada segelintir negara mitra.

"Selain itu diversifikasi negara tujuan ekspor perlu dilakukan untuk menambah pasar,"ungkap dia.

Perlu diantiasipasi

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus perdagangan Indonesia selama Januari-September 2026 mencapai 10,61 miliar dollar AS, jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 33,48 miliar dollar AS.

Penyusutan surplus terjadi seiring peningkatan impor sebesar 19,67 persen secara tahunan menjadi 210,63 miliar dollar AS. Sementara itu, ekspor hanya tumbuh 5,58 persen menjadi 221,23 miliar dollar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

PSS Sleman Harus Menang Atas Bhayangkara Sore Ini

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSS Sleman Harus Menang Ata...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.