Banjir Rendam 70.000 Tenda di Gaza, Pengungsi Tak Bisa Berlindung
Minggu, 08 Nov 2026, 15:37 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Anadolu
GAZA -- Ribuan keluarga Palestina yang tengah mengungsi kehilangan tempat berlindung setelah hujan deras dan angin kencang menyebabkan 70.000 tenda mereka di Jalur Gaza terendam banjir.
Para pejabat memperingatkan bahwa kerusakan infrastruktur dan kekurangan peralatan semakin membebani upaya penanganan darurat.
Badai yang mulai melanda pada Jumat malam itu juga merobohkan puluhan dinding bangunan, menurut Kantor Media Pemerintah Gaza. Lembaga tersebut memperkirakan kerugian awal mencapai sekitar 3 juta dolar AS.
Sumber medis mengatakan kepada Anadolu bahwa lima warga Palestina terluka setelah dua dinding bangunan yang sebelumnya rusak akibat serangan Israel runtuh, serta selembar pelat logam bergelombang terlepas saat badai berlangsung.
Juru bicara Pemerintah Gaza City Hosni Muhanna mengatakan kepada Anadolu bahwa ribuan keluarga yang tendanya rusak tidak memiliki tempat lain untuk berlindung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekitar satu juta warga dan pengungsi berdesakan di wilayah yang mencakup sekitar 30 persen dari luas Gaza City. Kondisi tersebut semakin membebani infrastruktur yang telah hancur akibat perang genosida Israel, katanya.
Kota Gaza menerima curah hujan 60 milimeter dalam 12 jam, atau sekitar 15 persen dari total curah hujan tahunannya, kata Muhanna. Angin kencang menerbangkan sejumlah tenda dan merobek tenda lainnya, sementara air hujan membanjiri tempat-tempat penampungan pengungsi.
Petugas pemerintah kota menerima 250 laporan mengenai jalan-jalan yang terendam banjir, erosi, dan saluran drainase yang tersumbat. Mereka menangani sebagian besar laporan tersebut dengan memanfaatkan sumber daya yang terbatas, katanya.
Muhanna memperingatkan bahwa 270 kamp dan lokasi penampungan di Kota Gaza terancam banjir. Kerusakan akibat perang telah mengurangi kapasitas sistem drainase hingga hanya 20 persen, sehingga kawasan permukiman dataran rendah sangat rentan.
Ia mendesak agar seluruh pintu perlintasan dibuka sepenuhnya sehingga pasokan kebutuhan musim dingin, bantuan kemanusiaan, dan peralatan berat dapat masuk ke Jalur Gaza.
Tak ada tenda untuk berlindung
Direktur Hubungan Masyarakat Badan Pertahanan Sipil Gaza Abdullah al-Majdalawi mengatakan kepada Anadolu bahwa timnya menerima ratusan panggilan darurat sejak badai mulai melanda.
Sebagian besar laporan berkaitan dengan tenda dan kamp pengungsian yang terendam banjir, serta bangunan dan dinding yang terancam runtuh menimpa tempat berlindung keluarga-keluarga pengungsi.
Ia mengatakan tim penyelamat dapat menangani ancaman langsung terhadap keselamatan jiwa, tetapi tidak memiliki sumber daya untuk menyediakan tempat berlindung bagi mereka yang terdampak.
"Kami mendatangi warga dan mendapati seluruh kamp terendam banjir, termasuk tenda, penghuninya, perabotan, dan tempat tidur mereka," kata al-Majdalawi. "Kami tidak berdaya menghadapi kenyataan tragis dan sulit di Gaza ini."
Ia mengatakan ribuan tenda terendam banjir atau rusak sehingga memaksa keluarga-keluarga pengungsi bertahan di tempat terbuka. Menurut dia, tidak tersedianya alternatif tempat berlindung yang lebih aman disebabkan oleh blokade Israel serta pembatasan terhadap rumah mobil dan bahan-bahan rekonstruksi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!