Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bulog Jabar Minta SPPG Beli Telur sesuai HAP Rp26.500 per Kilogram dari Koperasi dan Peternakan

8 Minggu, 08 Nov 2026, 15:28 WIB | Oleh:
Bulog Jabar Minta SPPG Beli Telur sesuai HAP Rp26.500 per Kilogram dari Koperasi dan Peternakan Bulog Jabar Minta SPPG Beli Telur sesuai HAP Rp26.500 per Kilogram dari Koperasi dan Peternakan Doc: antara foto
Ket. Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Barat Nurman Susilo

BANDUNG - Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat (Jabar) meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar membeli telur dari peternak sesuai dengan harga acuan pembelian (HAP) yakni Rp26.500 per kilogram guna memperkuat stabilisasi harga dan melindungi peternak rakyat.

Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Barat Nurman Susilo mengatakan penyerapan telur oleh SPPG dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur.

“Nanti kami akan menyampaikan bahwa program MBG atau SPPG juga diharapkan dapat menyerap telur dari koperasi maupun peternakan, tentunya dengan harga yang sesuai dengan ketentuan yang telah disampaikan oleh Bapak Menteri Pertanian,” kata Nurman di Bandung, Minggu (8/11).

Nurman menegaskan kebijakan tersebut diarahkan untuk membantu peternak sekaligus memastikan pembelian telur dilakukan langsung dari peternak kepada SPPG tanpa melalui rantai distribusi panjang yang berpotensi memengaruhi harga di tingkat produsen.

Selain mendorong penyerapan telur, Bulog Jabar juga menyalurkan 60 ton jagung Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mendukung keberlanjutan usaha peternak ayam petelur skala mikro.

Nurman mengatakan penyaluran jagung tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi peternak, khususnya komponen pakan yang menjadi salah satu pengeluaran utama dalam usaha peternakan ayam petelur.

“Di wilayah Kanwil Bulog Jawa Barat, kegiatan dilaksanakan di enam lokasi, termasuk di Bandung. Total penyaluran jagung SPHP hari ini mencapai 60 ton untuk enam kabupaten,” ujarnya.

Bulog menjual jagung SPHP kepada koperasi dengan harga Rp5.000 per kilogram. Selanjutnya, koperasi dapat menjual jagung tersebut kepada peternak dengan harga maksimal Rp5.500 per kilogram.

“Hingga saat ini, realisasi penyaluran jagung SPHP di Jawa Barat telah mencapai sekitar 1.100 ton,” katanya.

Terkait mekanisme penyaluran, Nurman menjelaskan calon penerima terlebih dahulu didata oleh dinas terkait. Data tersebut kemudian diteruskan kepada pemerintah provinsi dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Selanjutnya, Bapanas menugaskan Bulog untuk menyalurkan jagung sesuai alokasi yang telah ditetapkan, termasuk berdasarkan nama koperasi dan peternak yang tercatat sebagai penerima.

“Bulog menerima penugasan berdasarkan jumlah tonase, nama koperasi, dan nama peternak. Seluruh penerima sudah terdata berdasarkan nama dan alamat,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Mengejutkan! Moldova Disebu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.