Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kapok Pekerjaan Hanyut Diterjang Lahar, PU Ubah Metode Bangun Sabo Dam Semeru

7 Sabtu, 07 Nov 2026, 11:06 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kapok Pekerjaan Hanyut Diterjang Lahar, PU Ubah Metode Bangun Sabo Dam Semeru Kapok Pekerjaan Hanyut Diterjang Lahar, PU Ubah Metode Bangun Sabo Dam Semeru Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengubah total pola kerja pembangunan Sabo Dam di Gunung Semeru, Lumajang. Jika selama ini konstruksi dikerjakan langsung di alur sungai yang rawan diterjang lahar dingin, kini polanya dibalik: rakit dulu di tempat aman, baru pasang di titik Sabo Dam

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengubah total pola kerja pembangunan Sabo Dam di Gunung Semeru, Lumajang. Jika selama ini konstruksi dikerjakan langsung di alur sungai yang rawan diterjang lahar dingin, kini polanya dibalik: rakit dulu di tempat aman, baru pasang di titik Sabo Dam.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, perubahan konstruksi ini wajib dilakukan agar pekerjaan tidak habis sia-sia setiap kali Semeru erupsi atau banjir lahar dingin datang tiba-tiba saat pengerjaan berlangsung.

"Pola pengerjaannya harus kita ubah. Pekerjaan bisa dilakukan terlebih dahulu di luar titik sabo dam, di lokasi yang lebih aman dan tidak terlalu jauh. Setelah siap, baru secara bertahap dipasang ke titik pembangunan," ujar Menteri Dody di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Menurut Dody, cara lama sangat berisiko. Semua material, bekisting, hingga hasil cor yang belum kering, berada persis di jalur lahar. Sekali banjir datang, semuanya hanyut.

"Jadi, apabila terjadi erupsi atau banjir lahar dingin saat proses pengerjaan, risiko kerusakan terhadap hasil pekerjaan dan material yang sudah disiapkan bisa kita minimalkan," tegasnya.

Kenapa Harus Ubah Konstruksi?

Sabo Dam adalah benteng utama untuk menahan material vulkanik, mengendalikan aliran lahar dingin, dan melindungi permukiman serta infrastruktur di sepanjang sungai.

Namun, selama ini pembangunannya justru menjadi korban dari bencana yang ingin dicegahnya. Evaluasi PU menunjukkan, pembangunan infrastruktur pengendali sedimen di kawasan Semeru harus lebih adaptif dengan kondisi bahaya di lokasi.

Dengan pola baru, komponen konstruksi disiapkan di luar titik rawan, lalu dipasang bertahap. Cara ini dinilai lebih aman, lebih cepat, dan meminimalkan kerugian jika terjadi erupsi susulan.

Sambil Ubah Metode, Tanggap Darurat Terus Dikebut

Sambil menyiapkan pola konstruksi baru, PU juga terus mempercepat penanganan darurat di tiga lokasi terdampak hingga 6 November 2026: Sumbersari, Tempursari, dan Jugosari di Desa Sumberwuluh, dengan total 4 unit excavator.

1. Sumbersari

Tanggul rusak sepanjang 45 meter, tinggi 8 meter. Saat ini sudah diperbaiki hingga ketinggian 6 meter, plus peninggian tanggul akses alat berat 0,5 meter sepanjang 15 meter, lebar 3 meter. Didukung 1 excavator.

2. Tempursari

BBWS Brantas membangun tanggul darurat sekaligus pengalihan alur sungai sepanjang 600 meter. Termasuk perbaikan jalan warga yang putus sepanjang 150 meter dan penutupan alur sungai dari arah hulu. Didukung 2 excavator.

3. Jugosari

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Mengkhawatirkan! Kasus Camp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.