Menteri Ekraf Sebut Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif Didominasi Generasi Z
Jumat, 06 Nov 2026, 16:52 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
TANGERANG - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengatakan jumlah tenaga kerja di sektor ekraf secara nasional telah mencapai 27,4 juta orang yang didominasi generasi Z dan milenial di bawah usia 40 tahun serta melibatkan 58 persen pekerja perempuan.
Menurut dia, potensi ekonomi kreatif tersebar di hampir seluruh daerah dengan subsektor yang beragam, didukung oleh akar budaya yang kuat. Meski sebagian besar masih tersentral di Jawa, namun kini sudah mulai muncul potensi ekonomi kreatif dari desa di luar Jawa.
"Hal ini menunjukkan potensi yang semakin besar," kata Teuku Riefky Harsya usai membuka acara IDE-IND di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (6/11).
Menurutnya, saat ini pertumbuhan kelembagaan daerah juga menunjukkan tren positif. Jika pada akhir 2024 hanya terdapat sekitar 7 provinsi yang memiliki dinas khusus bidang ekraf, kini jumlahnya telah mendekati 20 provinsi.
"Jumlah kabupaten/kota yang membentuk dinas ekraf juga ditargetkan akan bertumbuh hingga mencapai sekitar 100 daerah pada pertengahan tahun depan," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), katanya, bersama Pemerintah daerah terus memperkuat komitmen dalam mengangkat jenama (brand) serta kekayaan intelektual (IP) lokal agar mampu bersuara di kancah nasional hingga global.
IDE-IND yang digelar di Provinsi Banten, lanjutnya, ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam mengangkat karya kreatif lokal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
"Kami berharap melalui program ini, para pelaku lokal dapat bertransformasi menjadi juara nasional hingga menembus pasar global," ujarnya.
Sementara itu untuk menghadapi tantangan berupa akses pasar, konsistensi, serta keberlanjutan kualitas dan produksi, Kementerian Ekraf menyiapkan tiga program utama yakni aktivasi desa kreatif, aktivasi kreatif hub dan kreatif oleh Indonesia yang salah satunya diturunkan melalui program IDE-IND
"Melalui kolaborasi erat antara pusat dan daerah ini, pemerintah optimistis para pelaku ekonomi kreatif lokal dapat terus meningkatkan kualitas produknya dan memperluas akses pasar demi mewujudkan kemandirian bangsa," ujarnya.
Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Dimyati Natakusumah menambahkan Banten memiliki sumber daya manusia yang sangat handal. Menurutnya, jika selama ini perbincangan ekonomi kerap berfokus pada sumber daya alam yang lama-kelamaan bisa habis, kekayaan intelektual justru sebaliknya.
Maka itu, Wagub meminta kepada generasi muda di Banten agar tidak hanya bercita-cita menjadi aparatur sipil negara (ASN), melainkan berwirausaha melalui sektor ekonomi kreatif.
"Kalau kekayaan intelektual yaitu ide atau kreativitas, itu malah membuat warga bertambah dan meningkatkan kekayaan atau sumber pendapatan yang diraih, termasuk membuka lapangan pekerjaan dan kemandirian," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!