Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Lagi Soal Smelter! Ini Strategi Baru yang Bikin Industri RI Naik Kelas

6 Jumat, 06 Nov 2026, 13:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Hilirisasi merupakan bagian dari industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya melalui pengolahan bahan mentah menjadi produk antara maupun barang jadi. Dalam kerangka SBIN, hilirisasi perlu diperdalam agar menghasilkan produk bernilai ekonomi lebih tinggi dan menjadi input bagi industri lanjutannya.

Karena itu, hilirisasi harus dikaitkan dengan penguasaan teknologi, tenaga kerja terampil, riset terapan, pembiayaan jangka panjang, dan akses pasar. Rantai nikel menuju baterai dan kendaraan listrik menjadi contoh pentingnya pendalaman hilirisasi.

SBIN menekankan lima aksi: melanjutkan investasi hingga manufaktur lanjutan dan barang jadi; membangun industri antara seperti bahan kimia, komponen elektronik, dan permesinan; membawa hasil riset ke lini produksi lewat kerja sama industri dengan lembaga riset dan perguruan tinggi; memodernisasi proses produksi melalui transformasi digital, otomasi, IoT, dan AI; serta menyediakan pembiayaan investasi jangka panjang untuk peningkatan skala teknologi dan pengembangan prototipe.

4. Pemerataan dan Inklusivitas Ekonomi

Pemerataan dalam SBIN diwujudkan melalui perluasan keterlibatan wilayah dan pelaku usaha dalam proses industrialisasi. Desa ditempatkan sebagai basis produksi sekaligus lokasi penciptaan nilai tambah yang terhubung dengan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI). Pengembangan pengolahan komoditas lokal membuka peluang agar kegiatan ekonomi berlangsung di wilayah asal bahan baku.

Inklusivitas juga tercermin dalam perhatian terhadap IKM: pengembangan keterampilan, akses teknologi, pembiayaan, pasar, sertifikasi, dan kemitraan dengan industri besar.

Pemerataan ini diwujudkan dalam enam aksi: menetapkan pelabuhan masuk untuk sebagian barang impor di kawasan Indonesia Timur; mengembangkan Desa Industri berbasis potensi lokal seperti kelapa, singkong, sagu, kakao, jagung, dan hasil laut; mengembangkan sentra IKM beserta kelembagaannya; membuka akses infrastruktur dan teknologi di desa; memperluas pembiayaan dan akses pasar bagi IKM melalui KUR, pendampingan pembukuan, dan kemitraan subkontrak; serta menjamin akses keterampilan bagi kelompok tertinggal melalui pendidikan dan pelatihan di desa dan daerah 3T.

5. Keselarasan Ekologis dan Peningkatan Kualitas Manusia

SBIN menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari pembangunan kemampuan industri. Peningkatan produksi harus disertai efisiensi energi, air, dan bahan baku, pengurangan emisi, serta pengelolaan limbah melalui ekonomi sirkular. SBIN juga menekankan standardisasi industri hijau dan pengembangan teknologi penangkapan serta pemanfaatan karbon.

Dimensi sosialnya juga kuat. Pendidikan, peningkatan keterampilan, keselamatan kerja, upah layak, dan perlindungan sosial menjadi bagian dari transformasi industri. Teknologi yang lebih efisien dan rendah emisi membutuhkan tenaga kerja yang mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkannya.

Keselarasan ini diwujudkan melalui enam aksi: menjalankan peta jalan dekarbonisasi pada sembilan subsektor industri; mengurangi emisi melalui efisiensi energi dan teknologi CCU; menerapkan ekonomi sirkular melalui industri daur ulang; memperkuat standar dan pembiayaan industri hijau; merevitalisasi pendidikan vokasi dengan kurikulum berbasis industri, teaching factory, dan pemagangan; serta menyiapkan keterampilan untuk transisi hijau melalui pelatihan khusus dan standar kompetensi digital dan hijau.

Konsistensi Lintas Kepemimpinan

Pada akhirnya, SBIN diharapkan menjadi panduan bersama dalam membangun ekonomi dan industri nasional yang lebih integratif. Kerangka ini perlu diterjemahkan ke dalam keselarasan perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, dengan melibatkan dunia usaha dan masyarakat.

Harapan tersebut membutuhkan kemauan politik dan komitmen para pemimpin untuk menjaga kesinambungan kebijakan industrialisasi, karena pembangunan industri membutuhkan waktu panjang, investasi besar, dan kepastian arah kebijakan yang melampaui satu periode pemerintahan.

“Apa yang sudah dirintis oleh Pak Agus Gumiwang sebagai Menteri tentu harus kita lanjutkan. Kita akan teruskan apa-apa yang sudah dicapai dan apa yang sudah diletakkan akan kita perkuat kembali,” tegas Sarmuji pada acara Serah Terima Jabatan Menteri Perindustrian, Jumat (2/10).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Gembira dari Sekneg untuk PPPK Diangkat Jadi Penuh dari Paruh Waktu

Kabar Gembira dari Sekneg untuk PPPK Diangkat Jadi Penuh dari Paruh Waktu

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.