Ubah Sampah Organik Jadi Kompos, PT Timah Dukung KSM Rumah Kompos Matras.
Jumat, 06 Nov 2026, 13:54 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
PT Timah (Persero) Tbk membantu Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Rumah Kompos Matras di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, guna mengoptimalkan pengolahan sampah organik menjadi kompos.
"Bantuan ini untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai untuk dapat dimanfaatkan kembali untuk penghijauan," kata Departerment Head Corporate Communication PT Timah Tbk Anggi Siahaan di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan pengelolaan sampah organik menjadi kompos tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan kembali limbah menjadi produk yang bernilai guna, sehingga dapat mendorong perekonomian masyarakat di lingkungan operasional perusahaan.
"Kemarin, kita telah menyerahkan bantuan kepada KSM Rumah Kompos Matras pada kegiatan peluncuran Kampung Pintar Pilah Sampah pada Gerakan Memilah Pintar dan Mengelola Sampah (Si-Kompos)," katanya.
Ketua KSM Rumah Kompos Matras, Teguh Rianda mengatakan program Si-Kompos ini dikembangkan secara bertahap dengan memanfaatkan potensi sampah organik yang tersedia di lingkungan sekitar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia keberadaan rumah kompos di dekat kawasan wisata menjadi peluang untuk mengelola sampah organik secara lebih produktif. Dengan demikian, sampah yang sebelumnya berpotensi menumpuk dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi lingkungan.
“Di kawasan destinasi wisata, kami akan mengambil sampah yang dikumpulkan petugas kebersihan, seperti daun ketapang dan dedaunan kering lainnya. Sampah tersebut kemudian diolah menjadi kompos dan hasilnya akan dikembalikan lagi untuk mendukung penghijauan di kawasan wisata,” katanya.
Ia menyatakan dalam menjalankan kegiatan produksi, KSM Rumah Kompos Matras sempat menghadapi kendala akibat kerusakan mesin pengolahan yang menyebabkan aktivitas produksi terhambat.
Oleh karena itu, pihaknya kemudian berkomunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan PT TIMAH untuk mencari solusi atas kendala tersebut. Dukungan perusahaan kali ini diarahkan untuk membantu perbaikan sarana dan prasarana mesin di rumah kompos agar kegiatan pengolahan dapat kembali berjalan optimal.
“Bantuan dari PT Timah sangat berarti bagi kami. Sebelumnya, mesin yang digunakan untuk produksi mengalami kerusakan sehingga proses pengolahan kompos menjadi terhambat. Kami berharap dengan adanya dukungan ini, kegiatan produksi dapat kembali berjalan dan inovasi Si Kompos terus berkembang,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Boy Yandra mengatakan gerakan Si Kompos ini untuk mengajak masyarakat menerapkan prinsip pilah, olah, dan jual dalam pengelolaan sampah.
Menurut dia keterlibatan masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah dari rumah tangga menjadi langkah penting untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir.
“Kami mengapresiasi PT Timah yang telah mendukung program ini dan semoga program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat berjalan secara berkelanjutan dan diperluas ke wilayah lainnya di Kabupaten Bangka,” harapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!