Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Telin Raih Dua Penghargaan Telekomunikasi Asia di Telecom Review Excellence Awards 2026

6 Jumat, 06 Nov 2026, 16:55 WIB | Oleh:
Telin Raih Dua Penghargaan Telekomunikasi Asia di Telecom Review Excellence Awards 2026 Telin Raih Dua Penghargaan Telekomunikasi Asia di Telecom Review Excellence Awards 2026 Doc: Telkom
Ket. PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), perusahaan yang beroperasi di bawah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, meraih dua penghargaan dalam ajang Telecom Review Excellence Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan untuk kategori Best Wholesale Company in Asia dan Best Subsea Cable Innovation Solution in Asia.

JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), perusahaan yang beroperasi di bawah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, meraih dua penghargaan dalam ajang Telecom Review Excellence Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan untuk kategori Best Wholesale Company in Asia dan Best Subsea Cable Innovation Solution in Asia.

Penghargaan diserahkan kepada I Ketut Alit Atmaja, Global Head Regional II Telin, dalam rangkaian 20th Telecom Review Leaders’ Summit di The Ritz-Carlton, Jumeirah Beach Residence, Dubai. Pencapaian ini menjadi yang pertama bagi Telin dalam ajang tersebut sekaligus memperkuat posisinya di industri konektivitas global.

Dua penghargaan tersebut mencerminkan kontribusi Telin dalam mengembangkan bisnis konektivitas wholesale dan menghadirkan inovasi infrastruktur digital di kawasan Asia. Perusahaan juga terus mengoptimalkan potensi bisnis, memperluas kemitraan strategis, serta mengembangkan layanan untuk menjawab kebutuhan konektivitas lintas negara.

CEO Telin Abdul Rahman Ansyori mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam memperkuat perannya sebagai penyedia konektivitas global. Ia menilai kolaborasi dan inovasi semakin penting seiring meningkatnya kompleksitas kebutuhan konektivitas di masa mendatang.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya Telin dalam memperkuat perannya sebagai perusahaan konektivitas global. Kami melihat bahwa kebutuhan konektivitas ke depan akan semakin kompleks, sehingga kolaborasi dan inovasi menjadi faktor penting untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi bagian dari lalu lintas data global, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk perkembangannya. Untuk itu, Telin terus bertransformasi melampaui penyediaan kapasitas jaringan konvensional melalui pengembangan infrastruktur, diversifikasi rute kabel bawah laut, serta inovasi layanan wholesale,” ujar Abdul Rahman.

Penghargaan Best Wholesale Company in Asia diberikan seiring perkembangan bisnis Telin dari penyedia bandwidth konvensional menjadi mitra konektivitas wholesale dengan portofolio layanan terintegrasi. Hingga kuartal III 2026, infrastruktur global perusahaan mencakup lebih dari 429.167 kilometer jaringan kabel bawah laut dan 211 Points of Presence (PoP) yang tersebar di 38 negara.

Jaringan tersebut menghubungkan pelanggan dengan sejumlah pusat digital utama di Asia, Eropa, Timur Tengah, Australia, dan Amerika Utara. Jangkauan ini didukung beragam layanan, mulai dari konektivitas internasional, IP Transit, International Private Leased Circuit (IPLC), International Ethernet Private Line (IEPL), konektivitas cloud, private connectivity, hingga akses Internet Exchange.

Portofolio tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konektivitas operator telekomunikasi, perusahaan, dan penyedia layanan digital di berbagai pasar. Keragaman layanan juga memungkinkan Telin menawarkan solusi yang lebih fleksibel bagi pelanggan yang menjalankan bisnis lintas negara.

Sementara itu, penghargaan Best Subsea Cable Innovation Solution in Asia mengapresiasi pengembangan jaringan kabel bawah laut yang lebih tangguh dan adaptif. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah program Indonesia Cable Express (ICE), yang didukung delapan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) bersama 14 mitra strategis.

Melalui program tersebut, Telin mengembangkan rute konektivitas baru dan mendiversifikasi titik pendaratan kabel bawah laut. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam lalu lintas data global sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur konektivitas internasional.

Pengembangan tersebut didukung sejumlah jaringan kabel bawah laut, termasuk BIFROST, TOPAZ, SJC2, dan SEA-ME-WE 6. Telin juga mengembangkan titik pendaratan baru serta menerapkan pemeliharaan prediktif berbasis kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan keandalan jaringan.

Infrastruktur tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan konektivitas penyedia layanan cloud, hyperscaler, operator telekomunikasi, dan pelaku bisnis digital. Diversifikasi rute juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada jalur tertentu serta memperkuat kesinambungan layanan.

Selain menerima penghargaan, Telin turut berpartisipasi dalam diskusi industri pada 20th Telecom Review Leaders’ Summit yang mengangkat tema “Tech Intelligence Beyond Mobility”. Dalam sesi “Capitalizing on New Wholesale Connectivity Markets”, I Ketut Alit Atmaja membahas perkembangan pasar konektivitas wholesale dan peluang bisnis di tengah transformasi industri.

Diskusi tersebut menyoroti pergeseran model bisnis dari penyediaan kapasitas jaringan tradisional menuju konektivitas berbasis Application Programming Interface (API), otomatisasi, dan orkestrasi global. Perkembangan ini membuka peluang pengembangan sumber pendapatan baru melalui layanan bernilai tambah, penyederhanaan ekosistem multi-operator, serta penyediaan konektivitas yang lebih fleksibel dan terintegrasi.

Telin juga terlibat dalam sesi “Women in ICT” yang menghadirkan Head of Corporate Communication Telin Arlika Yustiarini sebagai panelis. Diskusi tersebut membahas pentingnya memperluas kesempatan dan keterwakilan perempuan di industri teknologi, termasuk dalam posisi kepemimpinan dan pengambilan keputusan.

Keterlibatan dalam forum tersebut menjadi bagian dari dukungan Telin terhadap ekosistem teknologi informasi dan komunikasi yang inklusif. Keberagaman perspektif dinilai dapat mendorong kolaborasi dan inovasi dalam perkembangan industri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.