IHSG Hari Ini Menguat Saat Bursa Regional Melemah, Sinyal Ketahanan atau Anomali?
Jumat, 06 Nov 2026, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja.
JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjelang akhir pekan di tengah pelemahan mayoritas bursa Asia menunjukkan adanya daya tahan pasar saham domestik terhadap tekanan eksternal.
Pergerakan positif tersebut dapat mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi dan sejumlah saham unggulan, meskipun sentimen regional masih dibayangi ketidakpastian global.
Namun, penguatan indeks perlu dicermati lebih jauh dengan melihat kualitas aliran dana, luas kenaikan saham, dan volume transaksi agar tidak sekadar ditopang aksi beli jangka pendek.
Di tengah volatilitas pasar keuangan global, konsistensi fundamental emiten dan kepercayaan investor menjadi faktor penting untuk menjaga momentum penguatan IHSG.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (6/11)sore, berbalik menguat (rebound) 20,17 poin atau 0,40 persen ke posisi 5.050,43 di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,64 poin atau 0,90 persen ke posisi 518,28.
"Pada awal perdagangan IHSG dibuka melemah akibat sentimen negatif dari koreksi signifikan indeks di bursa Wall Street dan indeks di bursa Asia akibat tekanan pada saham sektor teknologi,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Selain itu, Ratna mengatakan koreksi IHSG sebelum berbalik menguat, juga disebabkan oleh aksi profit taking (ambil untung) investor, setelah sehari sebelumnya IHSG menguat signifikan.
Dari mancanegara, harga minyak kembali koreksi di bawah level 100 dolar AS per barel seiring harapan penyelesaian konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang lebih cepat setelah Partai Demokrat memenangkan pemilu midterm.
Sementara itu, Iran dilaporkan tengah meninjau proposal yang diajukan oleh pihak mediator terkait program nuklir, namun tetap menginginkan pencabutan blockade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, serta pelonggaran sanksi dan melepaskan asetnya yang dibekukan.
Dari dalam negeri, data cadangan devisa sedikit naik ke level 146,8 dolar AS pada Oktober 2026, dari sebelumnya 146,3 miliar dolar AS pada September 2026.
Kemudian, indeks harga rumah tercatat naik 0,58 persen year on year (yoy) pada kuartal III-2026, atau melambat dari sebelumnya 0,69 persen (yoy) pada kuartal II-2026.
Sementara itu, pemerintah menyiapkan alokasi anggaran Rp1,28 triliun untuk merealisasikan Program Satu Orang Satu Rekening sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi penutup tahun 2026.
Untuk pekan depan, Ratna memproyeksikan IHSG akan menguji level ke kisaran 5.100-5.200 pada perdagangan pekan depan.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona hijau hingga penutupan perdagangan saham
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor keuangan yang naik sebesar 1,04 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer yang naik sebesar 0,50 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!