Perempuan Muda Paling Berisiko: Beralih dari Susu Sapi ke Susu Nabati, Keju, dan Yogurt Nabati dapat Sebabkan Kekurangan Mikronutrien
Kamis, 05 Nov 2026, 11:20 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPenambahan garam beryodium pada roti juga disebut dapat membantu mengurangi jumlah remaja putri yang mengalami kekurangan asupan yodium dalam skenario pemodelan penelitian.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Planetary Health tersebut muncul di tengah meningkatnya popularitas produk susu nabati di berbagai negara.
Meski demikian, sejumlah perusahaan sebenarnya telah mengambil langkah memperkaya kandungan nutrisi produk mereka.
Kepala komunikasi nutrisi dan sains Danone di Inggris, Niamh Brannelly, mengatakan produk-produk utama Alpro telah diperkaya dengan kalsium, yodium, vitamin B2, dan B12.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Wakil Presiden Sains dan Teknologi Oatly, Caroline Orfila Jenkins, menyebut seluruh produk minuman oat tanpa rasa dan nonorganik perusahaan tersebut telah dilengkapi sejumlah nutrisi tambahan, termasuk yodium, kalsium, riboflavin, serta vitamin B12 dan D.
"Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pengayaan yang tepat seiring dengan semakin banyaknya pola makan berbasis nabati," ujarnya.
Meski demikian, penelitian ini tidak berarti setiap orang yang beralih ke produk nabati otomatis mengalami kekurangan nutrisi. Kualitas dan keseimbangan pola makan secara keseluruhan tetap menjadi faktor penting.
Ahli diet terdaftar sekaligus juru bicara British Dietetic Association, Nichola Ludlam-Raine, mengatakan hasil penelitian tersebut perlu menjadi perhatian dari sisi kesehatan masyarakat.
Dia menyarankan konsumen yang memilih susu nabati untuk lebih teliti membaca label kandungan nutrisi dan memilih produk yang telah diperkaya yodium.
"Minuman organik tidak diperkaya dengan nutrisi tambahan, sehingga kemungkinan besar tidak menyediakan yodium," katanya.
Selain produk susu, kebutuhan yodium juga dapat diperoleh dari sejumlah sumber makanan lain, seperti ikan putih, termasuk kod dan haddock, telur, serta yogurt dan kefir bagi mereka yang masih mengonsumsi produk susu.
Ludlam-Raine juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengandalkan suplemen rumput laut atau ganggang untuk memenuhi kebutuhan yodium. Kandungan mineral dalam produk tersebut dapat sangat bervariasi, bahkan berpotensi berlebihan.
Temuan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa memilih pola makan berbasis nabati tidak cukup hanya mempertimbangkan kandungan kalori, lemak, atau protein. Kecukupan mikronutrien juga perlu diperhitungkan agar perubahan pola konsumsi tidak justru menimbulkan persoalan kesehatan baru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!