Pegadaian dan Fortegif Kembangkan Pertanian Terpadu Berkelanjutan di Kabupaten Paser
Kamis, 05 Nov 2026, 17:43 WIB | Oleh: Haryo Brono"Seluruh dampak harus dibuktikan melalui data awal (baseline), pencatatan kegiatan, dan pengukuran yang sesuai," ujarnya.
Paser Dorong Pengembangan Komoditas Unggulan
Dukungan terhadap penerapan pertanian terpadu juga disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Paser, Erwan Wahyudi. Menurutnya, konsep integrated farming memungkinkan pengelolaan pertanian dilakukan secara terintegrasi, mulai dari proses hulu hingga hilir.
Pendekatan tersebut dinilai dapat membuat kegiatan pertanian lebih efektif sekaligus meningkatkan keuntungan petani.
Sebaiknya Anda baca juga:
Erwan mengatakan Kabupaten Paser memiliki program unggulan bertajuk Paser Berbuah yang mendorong setiap wilayah mengembangkan komoditas buah sesuai potensi daerah masing-masing.
"Topik acara kali ini adalah integrated farming, artinya pertanian yang terintegrasi, mulai dari hulu sampai hilir. Kita punya program unggulan, Paser Berbuah, yang mendorong setiap daerah memiliki ciri khas buah-buahan unggulan. Kuaro memiliki kelengkeng, Long Ikis dengan durian, dan wilayah lainnya dengan komoditas unggulan masing-masing," jelasnya.
Ia menilai pengelolaan pertanian yang didukung tata kelola tepat dapat memberikan keuntungan lebih besar bagi petani. Karena itu, pengembangan pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengubah pandangan masyarakat terhadap sektor pertanian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi Pangan Kabupaten Paser, Fasidi Winaya, menyoroti pentingnya pertanian organik dalam mendukung keamanan pangan.
Menurutnya, penerapan praktik pertanian yang memperhatikan penggunaan bahan organik dapat menjadi salah satu upaya untuk menghasilkan pangan yang lebih aman bagi masyarakat.
"Kegiatan ini sangat penting karena salah satu unsur keamanan pangan adalah pertanian organik, sehingga pangan yang tersedia dapat dipastikan keamanannya," ujarnya.
Fasidi berharap pengetahuan dan praktik yang diperoleh peserta selama pelatihan dapat diterapkan di lingkungan masing-masing dan dikembangkan di desa-desa lain di Kabupaten Paser. Menurutnya, upaya membangun kemandirian pangan perlu dimulai dari kesadaran masyarakat di tingkat rumah tangga.
Potensi Peternakan Mendukung Pertanian Terpadu
Dari tingkat kecamatan, Camat Kuaro, Finandar Astaman, menyatakan Desa Klempangsari memiliki potensi sumber daya alam dan manusia yang mendukung penerapan sistem pertanian terpadu.
Salah satu potensi tersebut berasal dari aktivitas peternakan ayam pedaging dan sapi. Keberadaan peternakan ayam dengan populasi sekitar 18.000 ekor, misalnya, menghasilkan limbah kotoran yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik.
"Di sini terdapat peternakan ayam pedaging dengan populasi sekitar 18 ribu ekor. Kotoran ayamnya cukup melimpah dan bisa dimanfaatkan. Selain itu, terdapat pula peternakan sapi. Ini sangat sesuai dengan tagline Desa Klempangsari, yaitu LESTARI: Lingkungan Elok, Tertata, Asri, Resik, dan Indah," kata Finandar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!