Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tercatat 1.852 Kasus DBD di Jakarta Barat hingga Oktober 2026

5 Rabu, 04 Nov 2026, 23:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tercatat 1.852 Kasus DBD di Jakarta Barat hingga Oktober 2026 Tercatat 1.852 Kasus DBD di Jakarta Barat hingga Oktober 2026 Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Warga keluar dari rumah mereka saat pengasapan atau fogging di Duri Kepa, Jakarta Barat.

Jakarta - Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat mencatat sebanyak 1.852 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di wilayah Jakarta Barat selama periode Januari hingga 29 Oktober 2026.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, menyampaikan angka tersebut merupakan akumulasi kasus yang terdata hingga akhir Oktober.

“Jumlah kasus DBD tahun 2026 berdasarkan data per 29 Oktober di Jakarta Barat adalah 1.852 kasus,” ujar Sahruna saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Jumlah kasus pada periode yang sama tahun ini menunjukkan tren penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Pada 2025, Jakarta Barat mencatatkan angka DBD tertinggi di DKI Jakarta, yakni mencapai 2.548 kasus hingga pertengahan Oktober.

Tahun lalu tercatat puncak kasus DBD tertinggi di Jakarta Barat terjadi pada Mei dengan angka mencapai 362 kasus.

Guna menekan angka penularan lebih lanjut di tahun ini, Sahruna mengimbau seluruh lapisan masyarakat serta pemangku kepentingan untuk terus menggencarkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing.

Ia mengatakan, keberhasilan pengendalian DBD tidak hanya bertumpu pada langkah pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta membasmi tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti.

"Deteksi dini keberadaan jentik nyamuk menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan penyakit tersebut. Dalam pelaksanaannya, kami mengutamakan peran serta aktif masyarakat secara mandiri sebagai Jumantik (Juru Pemantau Jentik) di rumah masing-masing," kata Sahruna.

Ia menuturkan, seluruh puskesmas di wilayah Jakarta Barat terus memantau angka insiden dan kecepatan penularan secara berkala.

Petugas kesehatan di lapangan juga bergerak cepat melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) pada setiap kasus yang ditemukan, sembari memperkuat Gerakan PSN 3M Plus.

"Puskesmas gencar melakukan pemantauan vektor atau jentik DBD di lingkungan permukiman yang dibarengi dengan peningkatan promosi kesehatan tentang bahaya DBD secara luas," kata Sahruna.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
Ekonomi
Ledakan Produksi Nikel Picu...
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.