Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bogor Libatkan Tiga Forum Masyarakat untuk Perkuat Kerukunan dan Cegah Konflik Sosial

5 Kamis, 05 Nov 2026, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Bogor Libatkan Tiga Forum Masyarakat untuk Perkuat Kerukunan dan Cegah Konflik Sosial Pemkot Bogor Libatkan Tiga Forum Masyarakat untuk Perkuat Kerukunan dan Cegah Konflik Sosial Doc: Antara
Ket. Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama forum masyarakat dalam rapat pembahasan memperkuat kerukunan.

Kota Bogor - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat melibatkan tiga forum masyarakat untuk memperkuat kerukunan, mengantisipasi potensi konflik sosial, serta menjaga keamanan dan kondusivitas daerah.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim di Bogor, Rabu (4/11), mengatakan ketiga forum tersebut yakni Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

Menurut dia, ketiga forum memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan masyarakat di tengah keberagaman latar belakang agama, suku, dan budaya yang ada di Kota Bogor.

"Sebagai tokoh Kota Bogor, Bapak Ibu harus berkontribusi menjaga kondusivitas, menyampaikan pikiran dan pandangannya untuk kebaikan sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi dinamika yang ada," kata Dedie.

Hal tersebut disampaikan Dedie seusai mengukuhkan pengurus FKUB, FPK, dan FKDM Kota Bogor periode 2026–2031 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu.

Ia menjelaskan para pengurus forum merupakan tokoh masyarakat yang diharapkan mampu menjadi panutan sekaligus menjembatani komunikasi antara pemerintah dan berbagai kelompok masyarakat.

Dedie menekankan pentingnya memperkuat komunikasi, dialog, dan silaturahmi sebagai langkah untuk mencegah munculnya persoalan sosial yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.

Menurut dia, Kota Bogor memiliki karakteristik masyarakat yang beragam, tetapi selama ini mampu mempertahankan kehidupan sosial yang harmonis melalui sikap saling menghargai dan menghormati.

Kondisi tersebut, kata dia, menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai dinamika sosial sekaligus mendukung pembangunan daerah.

"Semua harus hidup rukun berdampingan, harus mau saling bersilaturahmi. Dan Kota Bogor istimewa, hampir semua perwakilan tokoh agama bukan hanya secara formal ada di organisasi, tetapi sudah menjadi sahabat dan betul-betul menjadi keluarga besar Kota Bogor," ujarnya.

Ia berharap kepengurusan ketiga forum periode 2026–2031 dapat memperkuat koordinasi lintas elemen masyarakat sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui dialog sebelum berkembang menjadi konflik.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Kota Bogor Kota Komisaris Besar Polisi Adhitya Panji Anom menyatakan kepolisian siap berkolaborasi dengan ketiga forum tersebut dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut dia, keterlibatan tokoh agama dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kota Bogor.

"Diharapkan para pengurus dapat berkontribusi terhadap kondisi dan situasi Kota Bogor agar selalu aman, nyaman, dan tertib. Secara umum kami ingin berkolaborasi dengan semua elemen Kota Bogor, khususnya yang baru dikukuhkan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...

Mengapa Makanan Pendamping ASI Tak Boleh Ditambahi Bawang

11 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Mengapa Makanan Pendamping ...
Luar Negeri
Dubes: AS Bidik Ekonomi Dig...

Mendag: Surplus Dagang RI Capai Rp192,70 Triliun

21 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Mendag: Surplus Dagang RI C...
Olahraga
Mutiara Ayu Puspitasari Men...

UNICEF Siaga Hadapi Ancaman Ebola di Sudan Selatan

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
UNICEF Siaga Hadapi Ancaman...
Olahraga
Sudah Waktunya Tunggal Putr...
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.