Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengajuan Dua Naskah Kuno ke Nominasi UNESCO

5 Rabu, 04 Nov 2026, 23:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengajuan Dua Naskah Kuno ke Nominasi UNESCO Pengajuan Dua Naskah Kuno ke Nominasi UNESCO Doc: Antara
Ket. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Perpusnas Aditia Gunawan (berdiri di podium) dalam pertemuan umum Ke-11 MoWCAP dan diselenggarakan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jakarta pada Rabu 4/11/2026.

Jakarta - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengajukan dua naskah kuno Nusantara sebagai nominasi UNESCO Memory of the World Committee for Asia and the Pacific (MoWCAP) 2026.

Kedua naskah itu yakni Bo’ Sangaji Kai: Catatan Kerajaan Bima, Saksi Erupsi Tambora 1815 dan Kidung Bhuwana Wināśa yang dipresentasikan dalam Pertemuan Umum Ke-11 MoWCAP dan diselenggarakan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jakarta pada Rabu.

Ketua Yayasan Museum Kebudayaan Samparaja Bima Dewi Ratna Muchlisa Mandyara menjelaskan bahwa Bo’ Sangaji Kai merupakan catatan sejarah dan kebudayaan Kerajaan Bima sejak abad ke-17 hingga abad ke-19.

Naskah tersebut tidak hanya merekam perjalanan kerajaan, tetapi juga peristiwa erupsi Gunung Tambora pada 1815, kehidupan sosial masyarakat Bima, hubungan antarkerajaan, hingga tradisi Hanta Ua Pua.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Perpusnas Aditia Gunawan menjelaskan, Kidung Bhuwana Wināśa merupakan puisi tradisional Bali yang merekam diplomasi, konflik, dan perlawanan masyarakat Bali serta Lombok terhadap kolonial Belanda.

Ditulis Ida Pedanda Ngurah pada 1918, naskah tersebut terdiri atas 55 lempir daun lontar dengan 383 bait dalam empat pupuh. Isinya antara lain merekam keterlibatan perempuan Bali dalam peristiwa Puputan Badung pada 1906 dan Puputan Klungkung pada 1908.

Pengajuan kedua naskah tersebut dilakukan melalui kolaborasi Perpusnas dengan sejumlah lembaga kebudayaan dan pemerintah daerah, termasuk Yayasan Museum Samparaja Bima dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Melalui nominasi tersebut, Perpusnas berharap warisan dokumenter Nusantara semakin dikenal dan memperoleh pengakuan sebagai bagian dari ingatan kolektif kawasan Asia Pasifik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
Ekonomi
Ledakan Produksi Nikel Picu...

Kapolri silaturahmi dengan KWI

1 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Kapolri silaturahmi dengan KWI
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.