Serangan Siber Sasar Supermarket di Seluruh Eropa, Ganggu Rantai Pasok Makanan
Selasa, 03 Nov 2026, 09:03 WIB | Oleh: Tim PenulisSejumlah kecil toko kelontong di Belanda juga mengalami gangguan.
Di Portugal, grup Mosqueteiros mengkonfirmasi kepada AFP insiden di tujuh toko Intermarche yang terkait dengan serangan siber, yang "tampaknya menargetkan penyedia layanan eksternal yang bertanggung jawab untuk mengelola sistem pendingin".
Di Swedia, Coop mengkonfirmasi enam dari sekitar 800 tokonya telah terkena dampaknya.
"Kami dapat memastikan bahwa ini adalah insiden siber. Masalahnya kini telah teratasi dan lemari es serta freezer berfungsi seperti biasa," kata juru bicara Carlos Cancino kepada AFP.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengatakan Coop tidak mengetahui siapa yang berada di balik serangan itu. Namun ia mencatat bahwa toko-toko yang terkena dampak terhubung ke jaringan seluler 4G, bukan sistem 5G yang lebih baru, yang membuat mereka "lebih rentan" terhadap peretas.
Jaringan ritel Swedia, Ica, juga mengatakan bahwa "sejumlah kecil" tokonya mengalami masalah pendinginan, tanpa mengkonfirmasi adanya serangan siber.
Menurut juru bicara Ica, Helena Johansson, toko-toko yang terdampak semuanya terhubung ke sistem kontrol pendingin eksternal yang disediakan oleh produsen Denmark, Danfoss -- pemasok yang sama yang menjadi sasaran serangan siber pada 12 Oktober terhadap pengecer Prancis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengarahkan semua pertanyaan kepada Danfoss, yang hingga kini belum menanggapi permintaan komentar dari AFP.
Di Finlandia, suhu yang tidak normal juga terdeteksi di beberapa toko kelontong kecil milik grup Kesko.
"Saat ini kami sedang menyelidiki penyebabnya, dan gangguan melalui jaringan belum dapat dikesampingkan," kata Petri Kayhko, kepala keamanan perusahaan Kesko, kepada AFP.
Roni Kokkola, seorang spesialis keamanan informasi di Pusat Keamanan Siber Nasional di Badan Transportasi dan Komunikasi Finlandia, Traficom, tidak mengesampingkan kemungkinan adanya gangguan siber.
"Kita telah melihat hal ini di Eropa dalam beberapa bulan terakhir, jadi penyebarannya di luar Prancis ke negara-negara lain sudah diperkirakan," katanya kepada AFP.
"Saat ini, sangat umum bahwa semua jenis kerentanan dieksploitasi dengan semakin aktif dan cepat."
Di Estonia, setidaknya satu supermarket diserang oleh peretas yang menaikkan suhu unit pendingin hingga 50 derajat Celcius, demikian dilaporkan oleh lembaga penyiaran publik ERR.
Unit-unit tersebut adalah model lama yang dipasok oleh Danfoss, serupa dengan yang menjadi sasaran serangan di Prancis, kata Jann Mutso, direktur Kitman Coldtech, produsen dan distributor sistem pendingin canggih, kepada ERR.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!