Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jalan Panjang Perjuangan Edward Fannis untuk Status Kewarganegaraan Indonesia

3 Selasa, 03 Nov 2026, 07:05 WIB | Oleh:
Jalan Panjang Perjuangan Edward Fannis untuk Status Kewarganegaraan Indonesia Jalan Panjang Perjuangan Edward Fannis untuk Status Kewarganegaraan Indonesia Doc: antara foto
Ket. Rosmin Longka bersama Edward Fannis

MANADO - Di usia 52 tahun, Rosmin Longka sangat memahami arti perjalanan panjang sebuah perjuangan.

Sebagai ibu tunggal, hidup baginya bukan sekadar bertahan untuk diri sendiri, melainkan memastikan kedua buah hatinya mendapatkan kehidupan yang layak. Mulai dari sandang, pangan, papan, hingga pendidikan, semuanya ia pikul seorang diri.

​Demi menanggung semua kebutuhan itu, Rosmin bekerja di sebuah pabrik pengolahan ikan di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Hari-harinya dihabiskan dalam kerja keras demi mengumpulkan rupiah demi rupiah. Baginya, lelah adalah risiko perjuangan yang harus dilalui, sebab ada dua masa depan yang menjadi alasan terbesarnya untuk terus melangkah.

​Rutinitas di pabrik tersebut membuat Rosmin kerap berinteraksi dengan para anak buah kapal (ABK) dari berbagai daerah, termasuk mancanegara. Di tengah kesibukan itulah, sebuah pertemuan tak terduga terjadi.

​Rosmin berkenalan dengan seorang ABK berkebangsaan Filipina bernama Edward Fannis (55). Pertemuan yang bermula dari lingkungan kerja itu perlahan merajut kisah baru bagi dua insan dengan latar belakang kehidupan yang berbeda.

Rosmin, seorang ibu tunggal yang berjuang membesarkan kedua anaknya, dan Edward, seorang pria asal Filipina yang bekerja sebagai ABK, dipertemukan oleh takdir di kota pesisir yang sarat aktivitas perikanan.

​Di tengah kerasnya ikhtiar mencari nafkah dan rutinitas yang melelahkan, Rosmin justru menemukan sandaran baru dalam hidupnya. Pertemuan sederhana di lingkungan pabrik ikan itu menjadi titik awal kisah dua manusia, tentang getirnya perjuangan hidup, benturan budaya, serta kemungkinan hadirnya cinta di jalan yang tak selalu mudah.

​Bagi Rosmin Longka dan Edward Fannis, sembilan tahun adalah masa penantian, ketidakpastian, sekaligus ujian keteguhan. Awalnya, perjumpaan mereka hanyalah hubungan biasa antara pekerja pabrik dan awak kapal. Namun, seiring waktu, komunikasi yang intens menumbuhkan benih-benih cinta.

​Datang dari dua negara berbeda dengan latar belakang yang kontras, keduanya menyadari bahwa hubungan lintas negara bukan perkara mudah. Ada persoalan administrasi, status kewarganegaraan, hingga konsekuensi hukum yang membentang. Hubungan mereka bahkan belum bisa disahkan secara resmi sebelum status hukum Edward menemui kejelasan.

​Meski demikian, cinta menuntun mereka untuk tetap bertahan. Tak ingin hubungan yang telah lama dibangun terus berada dalam bayang-bayang ketidakjelasan, Rosmin mengambil langkah tegas. Ia berinisiatif memperjuangkan status Edward dengan mengurus berbagai dokumen penting kepada instansi pemerintah Indonesia.

​Berbagai tahapan pun dilalui. Berkas demi berkas disiapkan, laporan demi laporan disampaikan. Namun, waktu terus bergulir tanpa membawa kepastian yang diharapkan.

Sembilan tahun sudah mereka menanti. Selama itu pula, Edward harus rutin melakukan pelaporan setiap tiga bulan sekali sambil menggantungkan harap pada keputusan pemerintah terkait status kewarganegaraannya.

​Penantian panjang tersebut bukan hanya menguras tenaga, melainkan turut menguji kesabaran dan keteguhan hati keduanya.

​Bagi Edward, kembali ke Filipina sebenarnya sempat menjadi opsi yang disarankan oleh istrinya. Namun, ia telah memantapkan hati untuk tetap menetap di Indonesia. Keputusannya meninggalkan negeri asal bukan semata-mata karena cinta kepada Rosmin, melainkan juga harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Di Filipina, Edward telah kehilangan kedua orang tuanya, dan rumah yang dulu menjadi tempat pulang pun sudah tiada. Sebaliknya, Indonesia—khususnya Kota Bitung perlahan menjelma sebagai tempat ia merajut asa dan menemukan arti keluarga. Baginya, pulang bukan lagi sekadar kembali ke tanah kelahiran, sebab ia telah menemukan rumah pada diri Rosmin dan kedua anak sambungnya.

​Namun, ujian hidup mereka belum juga usai. Di tengah penantian status kewarganegaraan yang tak kunjung pasti, Edward harus menghadapi persoalan kesehatan yang kian berat. Dokter mendiagnosis dirinya mengalami pembengkakan jantung, penyakit yang telah ia derita selama kurang lebih enam tahun terakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Rupiah Masih Rentan - 3 November 2026

36 menit yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 3 Nov...
Megapolitan
Prioritaskan Persija, Pramo...
Megapolitan
Udara Jakarta Memburuk! Sel...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.