Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Benarkah Petani Sulawesi Utara Makin Sejahtera? BPS Ungkap Fakta Terbaru yang Mengejutkan

3 Selasa, 03 Nov 2026, 06:57 WIB | Oleh:
Benarkah Petani Sulawesi Utara Makin Sejahtera? BPS Ungkap Fakta Terbaru yang Mengejutkan Benarkah Petani Sulawesi Utara Makin Sejahtera? BPS Ungkap Fakta Terbaru yang Mengejutkan Doc: Antara foto
Ket. Petani padi hendak memanem hasil tanaman padi, di Kabupaten Bolaang Mongondouw, Sulut.

MANADO - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut) Watekhi mengatakan kesejahteraan petani Sulut mengalami kenaikan, tercermin pada Nilai Tukar Petani (NTP) yang tumbuh 6,09 persen pada Oktober 2026.

"NTP Provinsi Sulut pada Oktober 2026 tercatat sebesar 136,13 atau mengalami kenaikan 6,09 persen dibandingkan September 2026 yang hanya 130,04," kata Watekhi, di Manado, Selasa.

Dia mengatakan peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi ekonomi petani, terutama dari sisi daya beli terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun kebutuhan produksi pertanian.

Kenaikan NTP tersebut terutama didorong oleh meningkatnya nilai tukar pada subsektor hortikultura yang mengalami lonjakan sebesar 28,83 persen. Perkembangan ini menjadi salah satu faktor utama yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan NTP Sulawesi Utara pada Oktober 2026.

Selain hortikultura, subsektor peternakan juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 0,74 persen. Kenaikan tersebut turut memberikan pengaruh terhadap perbaikan nilai tukar petani, meskipun peningkatannya tidak sebesar yang terjadi pada subsektor hortikultura.

Meningkatnya harga komoditas tomat menjadi salah satu faktor penting yang mendorong kenaikan NTP pada periode tersebut. Pergerakan harga tomat yang lebih baik memberikan dampak positif terhadap penerimaan petani hortikultura sehingga turut memperkuat posisi ekonomi mereka.

Namun, tidak seluruh subsektor pertanian mengalami perkembangan positif. Subsektor perikanan, perkebunan rakyat, dan tanaman pangan justru mencatatkan penurunan. Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan dinamika harga dan penerimaan yang dihadapi petani maupun pelaku usaha di masing-masing subsektor.

Di sisi lain, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Sulawesi Utara pada Oktober 2026 juga mengalami peningkatan sebesar 6,11 persen menjadi 148,62. Kenaikan ini menjadi indikator bahwa kemampuan usaha pertanian dalam menutupi biaya produksi mengalami penguatan dibandingkan bulan sebelumnya.

Peningkatan NTUP tersebut mengindikasikan bahwa perkembangan penerimaan usaha pertanian relatif lebih baik dibandingkan pengeluaran yang dibutuhkan untuk proses produksi. Dengan demikian, kondisi usaha pertanian di Sulawesi Utara secara umum menunjukkan perkembangan yang positif pada Oktober 2026, meskipun masih terdapat sejumlah subsektor yang mengalami penurunan.

Kenaikan NTP dan NTUP ini menjadi gambaran membaiknya kinerja sektor pertanian Sulawesi Utara pada Oktober 2026.

Ke depan, katanya, stabilitas harga komoditas pertanian, peningkatan produktivitas, serta pengendalian biaya produksi menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan usaha dan meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
PON Butuh Anggaran Rp1 Tril...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.