Setop Impor! Chandra Asri Gelontor Rp15 T Bangun Pabrik Kimia Raksasa di Cilegon, Gandeng Danantara dan INA
Senin, 02 Nov 2026, 20:20 WIB | Oleh: Tim RedaksiAdapun melalui pilar Solusi Mobilitas, perusahaan memperluas portofolio bisnis melalui pengelolaan jaringan SPBU Esso dan pengembangan bisnis distribusi otomotif di Singapura dan Malaysia.
Sejalan dengan strategi diversifikasi tersebut, Chandra Asri juga memperkuat ketahanan rantai pasok bahan baku. Salah satunya melalui pengembangan kembali (rejuvenation) fasilitas Condensate Splitter Unit di Singapura dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun. Fasilitas yang ditargetkan beroperasi pada 2027 ini akan menghasilkan bahan baku alternatif naphtha untuk meningkatkan fleksibilitas pasokan bagi kegiatan operasional petrokimia.
Menurut Suryandi, pengembangan bisnis secara terintegrasi menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan di tengah dinamika industri dan ketidakpastian rantai pasok global.
Suryandi menegaskan, transformasi Chandra Asri Group diarahkan untuk memperkuat fundamental perusahaan, mengembangkan usaha melalui ekspansi strategis, mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, serta memenuhi kebutuhan bahan baku industri hilir di Indonesia.
Mendorong Pertumbuhan yang Berkelanjutan
Selain pengembangan kapasitas dan diversifikasi bisnis, Chandra Asri Group terus memperkuat kontribusi sosial dan lingkungan melalui pengembangan sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat, serta inisiatif dekarbonisasi.
Perusahaan menargetkan pembukaan sekitar 1.000 lapangan kerja baru hingga 2028 seiring dengan pengembangan bisnis dan operasional grup. Upaya pengembangan kompetensi tenaga kerja lokal juga dilakukan melalui Politeknik Industri Petrokimia Banten yang melibatkan kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian dan sejumlah pelaku industri.
Dalam aspek lingkungan, Chandra Asri Group menjalankan berbagai inisiatif efisiensi energi, pemanfaatan energi baru terbarukan, pengelolaan limbah, serta ekonomi sirkular. Perusahaan menargetkan penurunan intensitas emisi sebesar 31,89% pada 2030 dibandingkan baseline 2018, sebagai bagian dari kontribusi terhadap target Net Zero Emission Indonesia pada 2060.
Melalui penguatan kapasitas industri, diversifikasi usaha, dan komitmen terhadap keberlanjutan, Chandra Asri Group terus menjalankan perannya sebagai mitra pertumbuhan bagi industri dan masyarakat, sekaligus mendukung penguatan daya saing industri nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!