Mempercepat Pembangunan Rumah Pompa Baru untuk Antisipasi Musim Penghujan

Minggu, 01 Nov 2026, 23:27 WIB

Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya menggenjot pembangunan lima rumah pompa baru di sejumlah kawasan untuk mempercepat aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan saat memasuki musim penghujan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Minggu, mengatakan lima rumah pompa tersebut dibangun di kawasan Jalan Nginden Intan Timur, Panjang Jiwo, Dharmahusada, Tambak Segaran dan Tanjungsari.

Ket. Foto: Pemkot Surabaya menggenjot pembangunan rumah pompa di kota setempat. — Sumber: Antara

"Keberadaan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas sistem drainase, terutama di wilayah yang selama ini kerap mengalami banjir akibat keterbatasan kapasitas saluran," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya bersama jajaran Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) telah meninjau langsung perkembangan pembangunan lima rumah pompa tersebut untuk memastikan kapan pengerjaan itu rampung.

"Saya memastikan kapan pembangunan ini selesai. Setelah melalui proses commissioning atau pengujian operasional, insyaallah pada 1 Desember (2026) seluruh (lima) rumah pompa sudah beroperasi," katanya.

Ia mengatakan, target tersebut menjadi bentuk kepastian kepada masyarakat mengenai penyelesaian lima rumah pompa pengendali banjir yang tengah dikerjakan Pemkot Surabaya.

"Jadi, kalau warga Surabaya bertanya kapan pengerjaannya selesai, insyaallah pada 1 Desember semuanya sudah bisa beroperasi," katanya.

Lokasi pertama yang ditinjau adalah rumah pompa di kawasan Nginden Intan Timur. Infrastruktur ini disiapkan untuk mengurangi risiko banjir di kawasan Nginden Intan, Manyar Rejo, hingga Semolowaru.

Ia menjelaskan, selama ini aliran air dari kawasan tersebut harus menempuh jalur cukup panjang sebelum menuju Medokan Semampir. Untuk memperpendek jalur pengaliran, Pemkot Surabaya membangun rumah pompa di atas tanah milik Gereja Bethany Nginden.

"Kami membangun rumah pompa di atas tanah milik Gereja Bethany. Nantinya, aliran air yang menuju Medokan akan langsung di-shortcut (dipotong) menuju Kali Surabaya (Kali Jagir)," katanya.

Ia tidak menampik proses pembangunan di sejumlah lokasi sempat menimbulkan keluhan masyarakat karena berdampak terhadap kelancaran lalu lintas. Namun, ia meminta warga bersabar karena pekerjaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemkot untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini terjadi.

"Saya meminta warga untuk bersabar dan memahami proses pengerjaannya. Memang tidak ada pilihan lain. Kalau kita ingin Surabaya tidak banjir, pembangunan harus dilakukan di lokasi tersebut. Mudah-mudahan setelah pembangunan selesai, kawasan itu tidak lagi mengalami banjir," katanya.

Menurut dia, karakteristik geografis Surabaya dan kondisi sebagian besar saluran merupakan sungai irigasi. Hal itu yang kemudian membuat keberadaan rumah pompa menjadi salah satu infrastruktur penting dalam pengendalian banjir.

Selain itu, pembangunan hingga pelebaran saluran juga diperlukan agar mampu menampung dan mengalirkan air secara optimal.

"Karena itu, kita harus membangun, memperbaiki, dan memperlebar saluran agar tidak terjadi banjir," katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.