Diana Shnaider Taklukkan Leylah Fernandez untuk Rebut Gelar di Tokyo
Senin, 02 Nov 2026, 00:04 WIBTOKYO â Diana Shnaider mengawali November dengan gemilang setelah merebut gelar Pan Pacific Open 2026. Petenis Russia itu mengalahkan Leylah Fernandez melalui pertarungan tiga set, 6-4, 5-7, 6-2, pada laga final di Tokyo, Minggu (1/11).
Kemenangan tersebut menjadi gelar pertama Shnaider sepanjang tahun ini sekaligus trofi keenam dalam kariernya. Petenis berusia 22 tahun itu terakhir kali menjadi juara di Monterrey pada Agustus tahun lalu.
Begitu memastikan kemenangan, Shnaider langsung meraih telepon genggamnya untuk menghubungi sang ibu. Ia ingin berbagi kebahagiaan dan mendengar suara keluarganya setelah mengakhiri penantian panjang untuk kembali mengangkat trofi.
âSaya menelepon ibu. Saya ingin mendengar suaranya setelah memenangkan gelar dan berbagi momen-momen pertama dengannya,â kata Shnaider.
âIbu saya sampai berkata, 'Kamu baru saja selesai bertanding dan sudah langsung menelepon saya',â tuturnya.
Shnaider sempat terlihat akan memenangi pertandingan dengan mudah. Setelah mengamankan set pertama, ia bahkan unggul jauh 4-0 pada set kedua. Namun, Fernandez menunjukkan daya juang tinggi dan berhasil membalikkan keadaan untuk merebut set tersebut 7-5.
Petenis Kanada peringkat 23 dunia itu memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan. Akan tetapi, Shnaider mampu mengembalikan konsentrasinya dan kembali mengendalikan permainan.
âSaya merasa pertandingan ini benar-benar ketat dan berlangsung sengit. Karena itu, saya semakin bahagia bisa berjuang merebut gelar dan akhirnya memenangkannya,â ujar Shnaider.
Fernandez sebenarnya datang ke final dengan modal performa impresif. Dari 20 pertandingan terakhirnya, ia mengoleksi 16 kemenangan. Catatan tersebut termasuk keberhasilannya menjuarai Singapore Open pada September serta menjadi runner-up Ningbo Open pekan lalu setelah kalah dari petenis nomor satu dunia, Elena Rybakina.
Namun, servis Fernandez menjadi salah satu titik lemah dalam pertandingan final. Ia melakukan lima kesalahan servis ganda dan hanya mampu memasukkan separuh servis pertamanya pada set pembuka.
Meski demikian, Fernandez sempat bangkit pada set kedua melalui permainan agresif dan pantang menyerah. Ia berhasil mematahkan momentum Shnaider untuk menyamakan kedudukan menjadi satu set sama.
Memasuki set ketiga, Shnaider kembali menemukan ketenangannya. Ia dua kali mematahkan servis Fernandez sebelum memastikan kemenangan melalui peluang match point pertamanya.
Gelar di Tokyo terasa istimewa bagi Shnaider karena menjadi final pertamanya sepanjang tahun ini. Sebelumnya, ia empat kali terhenti di semifinal.
âSaya sangat bahagia bisa memenangkan gelar ini. Artinya sangat besar bagi saya, tim, dan keluarga. Saya bisa mengakhiri musim dengan hasil yang membanggakan,â katanya.
Sementara itu, Fernandez tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan terima kasih kepada keluarganya dalam wawancara di lapangan seusai pertandingan. Ia juga mengungkapkan baru menerima kabar buruk yang membuat emosinya semakin sulit terbendung.
Meski gagal membawa pulang trofi, perjalanan Fernandez menuju final Tokyo memperlihatkan konsistensi performanya dalam beberapa turnamen terakhir.
- gelar wta
- diana shnaider
- leylah fernandez
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Arsenal Yakin Mampu Gulung Lille
-
Digitalisasi Proses Rekrutmen, Disnaker Samarinda Luncurkan Aplikasi Pasar Kerja Online Tepian
-
Perilaku Konsumen Berubah, Maskapai Global Tawarkan Benefit Tiket Lebih Personalisasi. Bagaimana Indonesia?
-
Pakar UGM Nilai Urgensi Program HP Gratis untuk Penerima Bansos Rendah
-
Kuota BBM NTT Bakal Dievaluasi, Ini Permintaan Gubernur kepada Pertamina untuk Cegah Antrean di SPBU
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.