• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • The Terminal List Musim 2 ...

The Terminal List Musim 2 Pamer Gadget Militer Canggih, CIA Harus Berhadapan dengan Senapan Berteknologi Komputer dalam Duel Sniper

Senin, 02 Nov 2026, 00:05 WIB

Serial aksi spionase The Terminal List musim kedua menghadirkan adegan adu tembak penembak jitu yang memperlihatkan pertarungan antara keterampilan klasik dan kecanggihan teknologi modern.

Adegan tersebut menampilkan Gabriel Luna yang berperan sebagai petugas CIA sekaligus mantan anggota Navy SEAL. Dalam sebuah misi pengamanan presiden Amerika Serikat, karakternya harus menghadapi dua penembak jitu musuh yang memiliki persenjataan dan perangkat penargetan jauh lebih canggih.

Ket. Foto: Episode tersebut menonjolkan pertarungan dua pendekatan dalam dunia penembak jitu: penggunaan teknologi penargetan mutakhir dan kemampuan dasar yang mengandalkan perhitungan manual, pengalaman, serta keterampilan individu. — Sumber: Istimewa

Dalam adegan yang menegangkan itu, Luna berbaring di balik senapan runduk kustom di sebuah balkon yang menghadap kota pelabuhan. Di hadapannya terbentang pemandangan menuju lokasi podium tempat presiden Amerika Serikat dijadwalkan menyampaikan pidato.

Sebelum menjalankan tugasnya, Luna mengeluarkan buku catatan bersampul kulit dan membuka kartu jarak tembak sederhana. Kartu tersebut memiliki gambar setengah lingkaran di bagian atas dan digunakan sebagai panduan untuk memperkirakan jarak sasaran.

Sementara itu, sekitar dua mil dari posisinya, dua penembak jitu lawan bersembunyi di dalam peti kemas sebuah kapal kargo yang tengah melaju di pesisir kota. Mereka menggunakan senapan yang telah dimodifikasi secara khusus dan dilengkapi komputer penargetan canggih.

Perangkat tersebut menerima data akurat dari seorang pengintai yang menyusup ke tengah kerumunan di sekitar lokasi presiden. Informasi yang dikirim mencakup koordinat delapan digit, kecepatan angin, hingga tingkat kelembapan.

Kontras kemampuan kedua pihak langsung terlihat. Para penembak jitu lawan mengandalkan teknologi modern untuk memperoleh perhitungan sasaran, sedangkan karakter yang diperankan Luna hanya mengandalkan pensil, kartu jarak standar militer, serta pengalaman dan instingnya.

Kartu yang digunakan Luna dikenal sebagai Formulir Angkatan Darat AS 5517-R atau Standard Range Card. Perangkat sederhana tersebut menjadi bagian penting dari persiapannya menghadapi ancaman.

Tanpa perlu banyak dialog, adegan itu membangun ketegangan menjelang duel penembak jitu yang menjadi salah satu bagian penting dalam episode kedua terakhir musim kedua serial tersebut.

Episode berjudul Every Bullet Has Its Destiny itu memperlihatkan Luna bersama Chris Pratt, pemeran utama serial, berusaha menggagalkan plot terorisme internasional.

Konfrontasi penembak jitu berlangsung ketika keduanya menjalankan misi melindungi presiden Amerika Serikat dalam sebuah pertemuan puncak perdamaian AS-Rusia di Ukraina.

Judul episode tersebut juga memiliki makna tersendiri. Kalimat Every Bullet Has Its Destiny diketahui terukir pada sampul kulit buku catatan jarak milik karakter Luna.

Seperti dikutip dari akun Instagram Task & Purpose, adegan tersebut menonjolkan pertarungan dua pendekatan dalam dunia penembak jitu: penggunaan teknologi penargetan mutakhir dan kemampuan dasar yang mengandalkan perhitungan manual, pengalaman, serta keterampilan individu.

Serial The Terminal List merupakan drama aksi militer yang dibintangi Chris Pratt. Kehadiran Gabriel Luna pada musim kedua turut menghadirkan karakter baru dengan latar belakang operasi khusus dan intelijen.

  • The Terminal List

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.