• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Telkom Bawa Program Numera...

Telkom Bawa Program Numerasi ke 100 Sekolah 3T

Rabu, 21 Okt 2026, 18:45 WIB

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadirkan program BISA PandAI Numerasi untuk memperkuat pembelajaran matematika dan STEM di 100 sekolah dasar wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menjangkau Kabupaten Lebak, Banten, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Kota Tual, Maluku.

Rapor Pendidikan Indonesia 2025 mencatat, proporsi siswa SD/MI yang mencapai kompetensi minimum numerasi meningkat dari 39,04% pada 2022 menjadi 52,48% pada 2024. Meski capaian itu menunjukkan kemajuan, penguatan numerasi tetap diperlukan untuk membangun kemampuan berpikir logis dan memecahkan masalah.

Ket. Foto: PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadirkan program BISA PandAI Numerasi untuk memperkuat pembelajaran matematika dan STEM di 100 sekolah dasar wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menjangkau Kabupaten Lebak, Banten, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Kota Tual, Maluku. — Sumber: Telkom

BISA PandAI Numerasi merupakan bagian dari program TJSL TelkomGroup dalam payung Bersama Jadi BISA. Program ini menggabungkan pelatihan dan pendampingan guru, perangkat belajar numerasi dan STEM, serta praktik yang membantu siswa memahami matematika melalui pengalaman langsung.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat matematika dan sains lebih menarik bagi siswa. Kegiatan belajar juga dirancang untuk mengasah pemikiran kritis, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah sejak dini.

Peluncuran program dilakukan secara hybrid dengan pusat kegiatan di Plasa Telkom Rangkasbitung, Banten. Para pendidik dari Kota Tual dan Kabupaten Lombok Utara mengikuti acara tersebut secara daring.

Direktur Human Capital Management Telkom Willy Saelan hadir dalam kegiatan itu bersama Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, M.A., Ph.D., Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru. Willy menyampaikan bahwa bekal numerasi dan STEM penting agar generasi muda mampu menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan masa depan.

"Sebagai perusahaan digital, Telkom Indonesia berkomitmen menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui BISA PandAI Numerasi, kami tidak hanya mendukung penyediaan perangkat pembelajaran, tetapi juga memperkuat kapasitas guru dan mendorong pembelajaran yang interaktif dan aplikatif," ujar Willy.

Willy juga menekankan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan alat belajar. Penguatan kemampuan guru dan pembelajaran yang melibatkan siswa diharapkan turut mendukung anak-anak untuk berpikir kritis dan mengenali potensi mereka.

Maila mengapresiasi perpaduan pelatihan numerasi dan STEM dengan pendampingan serta praktik langsung di kelas. Ia menilai hasil program perlu dilihat dari perubahan cara mengajar dan perkembangan kemampuan murid, selain jumlah guru yang mengikuti pelatihan.

"Saya mengapresiasi Program BISA PandAI yang memadukan pelatihan numerasi dan STEM dengan pendampingan serta praktik langsung di kelas. Kami berharap keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah guru yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari perubahan praktik pembelajaran dan perkembangan kemampuan murid," ujar Maila.

Program ini dirancang berlangsung sekitar tiga bulan, dimulai dengan pengenalan inisiatif dan peningkatan kapasitas guru selama 17 hari melalui Training of Trainers (ToT). Setelah itu, guru menerapkan metode pembelajaran di kelas selama dua bulan.

Pada minggu ke-12, STEM Challenge Day menjadi kesempatan bagi guru dan siswa untuk menunjukkan hasil belajar serta proyek berbasis STEM. Rangkaian kegiatan berlanjut lewat Teacher Champion, yang mendorong guru berbagi praktik baik dan memperluas penerapan metode belajar inovatif.

TelkomGroup menyediakan STEM lab kit untuk mendukung pembelajaran di sekolah peserta. Dengan perangkat tersebut, siswa dapat mengeksplorasi konsep lewat kegiatan praktis dan proyek yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

TelkomGroup menilai keberhasilan program tidak cukup dilihat dari jumlah sekolah peserta atau perangkat yang dibagikan. Pemanfaatan sarana, perkembangan kompetensi guru, dan kemampuan numerasi siswa juga menjadi bagian dari evaluasi.

Karena itu, pendampingan pelaksanaan dan penilaian dampak disertakan untuk menjaga manfaat program dalam jangka berkelanjutan. Maila berharap inisiatif ini dapat menjadi praktik baik yang diterapkan di lebih banyak sekolah.

BISA PandAI Numerasi menjadi bagian dari kontribusi TelkomGroup untuk memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas. Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Melalui semangat Bersama Jadi BISA, TelkomGroup berkomitmen menghadirkan program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Inisiatif tersebut juga ditujukan untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk belajar, berinovasi, dan berkembang.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.