Pelemahan Rupiah dan IHSG Ungkap Rapuhnya Fundamental Ekonomi
Senin, 02 Nov 2026, 00:00 WIBPelemahan rupiah berisiko menaikkan harga pangan, energi, obat-obatan, dan bahan baku sehingga menggerus daya beli, terutama kelompok miskin dan rentan.
JAKARTA â Pasar keuangan dalam negeri mengahadapi tekanan berat yang tercermin dari pelemahan rupiah lebih dari 8 persen dan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih dari 40 persen sepanjang tahun hingga akhir Oktober.Tekanan terhadap pasar keuangan domestik menunjukkan bahwa persoalan stabilitas ekonomi tidak semata-mata bersumber dari gejolak eksternal.
Kebijakan The Fed dan dinamika lembaga global memang turut memengaruhi sentimen investor, tetapi kecenderungan menjadikan faktor eksternal sebagai kambing hitam berisiko menutupi persoalan fundamental di dalam negeri. Karena itu, pemerintah perlu mengevaluasi kredibilitas kebijakan ekonomi, konsistensi regulasi, serta kepercayaan investor agar tekanan pasar tidak terus berlanjut dan ketahanan ekonomi domestik dapat diperkuat.
Pengamat Kebijakan Publik Seknas FITRA, Badiul Hadi menilai pemerintah tak bisa terus menyalahkan sentimen global atas pelemahan rupiah, tetapi harus memperkuat fundamental ekonomi domestik dan mengurangi ketergantungan eksternal. âPelemahan rupiah berisiko menaikkan harga pangan, energi, obat-obatan, dan bahan baku sehingga menggerus daya beli, terutama kelompok miskin dan rentan,â ujarnya kepada Koran Jakarta, Minggu (1/11).
Karenanya, dirinya mendesak pemerintah mengevaluasi secara transparan dampak pelemahan rupiah terhadap APBN, khususnya pembayaran utang luar negeri, subsidi energi, pengadaan barang impor, dan ruang fiskal layanan dasar. Evaluasi tersebut perlu menjadi dasar penyesuaian kebijakan, termasuk rencana diskon listrik dan BBM menjelang Natal dan Tahun Baru, tanpa mengorbankan anggaran pendidikan, kesehatan, serta perlindungan sosial.
Badiul juga menyoroti perlunya evaluasi mendalam terhadap program beranggaran besar, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan Proyek Strategis Nasional (PSN). Pemerintah didorong memperkuat perlindungan sosial adaptif, mengendalikan harga kebutuhan pokok, memastikan subsidi tepat sasaran, meningkatkan produksi domestik, mengurangi ketergantungan impor strategis, serta mendorong ekspor bernilai tambah.
Tekanan Berat
Hingga 30 Oktober 2026, kurs rupiah terhadap dollar AS melemah 1.376 poin atau 8,2 persen menjadi 18.147 rupiah per dollar AS dari akhir tahun lalu di level 16.771 rupiah per dollar AS. Pada periode sama, IHSG melemah 3.589,89 poin atau 41,52 persen menjadi 5.057,05 dari akhir tahun lalu yang berada di level 8.646,94.
Bahkan, tekanan di pasar modal lebih dalam saat ini. Penjualan bersih asing sejak pengumuman konsultasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 15 Oktober hingga 26 Oktober 2026 mencapai 11,9 triliun rupiah. Secara kumulatif sepanjang 2026 hingga 26 Oktober, net foreign sell mencapai 96,72 triliun rupiah.
Di tengah aksi buyback, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,22 persen pada Senin pekan lalu dan anjlok lebih dari 3 persen hari ini. Tekanan juga menjalar ke pasar obligasi, di mana penjualan bersih asing di Surat Berharga Negara mencapai 1,5 triliun rupiah pada 16 Oktober.
Sementara itu, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, menilai respons pemerintah terhadap peringatan MSCI tidak proporsional karena justru memperkeruh kondisi pasar modal melalui tudingan konspirasi asing dan retorika penolakan lembaga penilai asing. Padahal, bobot Indonesia dalam MSCI Emerging Markets Index telah turun dari 1,16 persen pada awal 2026 menjadi 0,43 persen pada September, sementara jumlah saham Indonesia dalam MSCI Indonesia Index menyusut dari 18 menjadi sembilan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Mendiktisaintek: Penguasaan Iptek Jadi Kunci Indonesia Keluar dari “Middle Income Trap”
-
Kemiskinan Jakarta Turun, Efek Pelatihan Kerja dan Bansos Melimpah?
-
SAR Tanjungpinang Cari Nelayan Hilang Kontak di Perairan Lingga-Kepri
-
Pemkab Natuna Bantu 83 Keluarga Rawan Pangan Kronis
-
Bono Disebut Sebagai Salah Satu Kiper Terbaik Dunia, Pilar Maroko Menuju Semifinal Piala Afrika
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.