DeepSeek Siapkan Agen AI untuk Tantang Dominasi Anthropic di Dunia Pengkodean
Senin, 02 Nov 2026, 00:02 WIBBEIJING â Persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI) antara Tiongkok dan Amerika Serikat semakin memanas. Kali ini, perusahaan AI asal Tiongkok, DeepSeek, meluncurkan prototipe agen pengkodean yang lebih otonom untuk menantang dominasi Anthropic melalui produk andalannya, Claude Code.
Dikutip dari The Straits Times, produk sumber terbuka terbaru tersebut diberi nama Super-agent. Berbeda dari perangkat pengkodean AI konvensional yang menunggu perintah pengguna, agen ini dirancang mampu bekerja secara proaktif dengan memantau percakapan dalam grup pengembang.
Melalui pemantauan tersebut, Super-agent dapat mengidentifikasi persoalan pengkodean yang sedang dibahas, mengumpulkan umpan balik, hingga menawarkan solusi tanpa harus terlebih dahulu dipanggil atau diperintah oleh penggunanya.
Tim DeepSeek Harness mengungkapkan kemampuan tersebut melalui unggahan di platform WeChat pada Minggu (31/10).
Dalam panduan pengguna yang dipublikasikan melalui GitHub, DeepSeek menjelaskan bahwa agen tersebut dikembangkan dengan tujuan membutuhkan sesedikit mungkin perhatian manusia, tetapi mampu memberikan nilai dan manfaat sebanyak mungkin.
Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi DeepSeek untuk mengejar kemampuan agen AI yang dikembangkan perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka Amerika Serikat, khususnya Anthropic.
Pada awal 2026, DeepSeek bahkan telah membentuk tim khusus bernama Harness yang berfokus mengembangkan sistem pendukung bagi agen AI agar mampu menangani berbagai pekerjaan kompleks, termasuk layanan pengkodean yang ditawarkan laboratorium AI terkemuka di AS.
Dalam pengembangan AI, istilah harness merujuk pada kerangka perangkat lunak yang membungkus model bahasa besar atau large language model (LLM). Kerangka ini memungkinkan model AI menjalankan tugas yang lebih kompleks, mengelola berbagai tahapan pekerjaan, serta berinteraksi dengan perangkat dan sistem lain.
Anthropic dan sejumlah pengembang AI lainnya juga mengembangkan teknologi serupa untuk meningkatkan kemampuan perangkat lunak mereka dalam menyederhanakan pekerjaan pengkodean maupun tugas profesional lainnya.
Persaingan tersebut memperlihatkan perubahan arah industri AI global. Jika sebelumnya perusahaan berlomba mengembangkan chatbot yang mampu menjawab pertanyaan pengguna, kini perhatian mulai bergeser pada agen AI yang dapat mengambil inisiatif dan menyelesaikan pekerjaan secara lebih mandiri.
ChatGPT milik OpenAI memang menjadi salah satu pemicu utama perlombaan AI global. Namun, belakangan perusahaan teknologi semakin membidik pasar agen AI yang dinilai memiliki potensi bisnis besar, terutama untuk mengotomatisasi pekerjaan pengembang perangkat lunak dan kalangan profesional.
Di tengah persaingan itu, perusahaan-perusahaan Tiongkok terus berupaya mempersempit kesenjangan teknologi dengan para pesaingnya di Amerika Serikat. Targetnya bukan sekadar menghasilkan AI yang semakin canggih, tetapi juga menawarkan teknologi dengan biaya lebih terjangkau.
DeepSeek sendiri disebut telah mengumpulkan sekitar 100 miliar yuan atau setara 19,2 miliar dolar Singapura dalam putaran penggalangan dana terbarunya. Nilai tersebut termasuk salah satu penggalangan dana terbesar dalam sejarah Tiongkok.
Langkah penghimpunan modal itu dilakukan untuk memperkuat posisi perusahaan sekaligus mendukung persaingannya dengan Anthropic dan OpenAI, menjelang rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Peluncuran Super-agent pun menjadi sinyal bahwa persaingan AI tidak lagi sebatas siapa yang memiliki model paling pintar. Kemampuan AI untuk mengambil inisiatif, memahami kebutuhan pengguna, dan menyelesaikan pekerjaan tanpa terus-menerus menunggu instruksi manusia kini menjadi medan persaingan berikutnya.
- DeepSeek
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
DeepSeek Sukses Ubah Citra Tiongkok dari ‘Penjiplak’ ke Inovator, Persaingan di Industri AI Kian Panas
-
Timbulkan Masalah Privasi, Jerman Mendesak Apple dan Google untuk Menghapus Aplikasi AI DeepSeek
-
Usai Perbaikan Pipa, BPAM Banjarbakula Pastikan Suplai Air Baku Kembali Normal
-
Kebutuhan Investasi Infrastruktur 2025-2029
-
Manfaatkan AI, Seluruh Kampus di Tiongkok Beri Kursus DeepSeek
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.