Tak Mau Kalah dengan Murid, Sejumlah Turis Keracunan saat Wisata ke Garut
Senin, 02 Nov 2026, 00:12 WIBGARUT â Murid-murid sering keracunan, kini dialami beberapa turis yang berwisata ke Garut, Jabar. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat investigasi untuk mengetahui lebih jelas terkait wisatawan yang mengalami diare dan muntah-muntah diduga mengalami keracunan makanan setelah berwisata di Garut lalu ramai menyampaikan keluhannya di media sosial.
"Terkait informasi yang beredar mengenai wisatawan yang mengalami muntah dan diare setelah berkunjung ke Garut, kami dari Dinas Kesehatan sudah melakukan tindak lanjut," kata Kepala Dinkes Kabupaten Leli Yuliani saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Minggu.
Ia menuturkan, Dinkes Garut sudah mendapatkan informasi terkait adanya rombongan wisatawan dari luar kota yang mengeluhkan diare dan muntah-muntah sepulangnya berwisata di Garut. Informasi itu, kata Leli, langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi perwakilan dari rombongan wisatawan untuk mendapatkan informasi lebih dalam sehingga dapat ditelusuri penyebabnya.
"Tim kami telah berkomunikasi langsung melalui zoom dengan perwakilan rombongan untuk melakukan investigasi awal dan menggali kronologi kejadian," katanya. Ia menyampaikan, Dinkes Garut saat ini melakukan pendataan terhadap seluruh peserta rombongan wisatawan sebagai proses instrumen penyelidikan epidemiologi standar Kementerian Kesehatan, terutama terkait riwayat konsumsi makanan dan minuman, lokasi kunjungan, juga waktu mulai munculnya gejala.
Dinkes Garut, kata dia, baru menerima laporan keluhan tersebut sekitar 4â5 hari setelah kejadian dan wisatawan sudah kembali ke daerah asalnya. Selain itu, selama kunjungan rombongan mengonsumsi makanan dari beberapa sumber dan lokasi berbeda.
Ia menyampaikan, sampai saat ini hasilnya belum dapat dipastikan keluhan wisatawan tersebut akibat keracunan pangan, infeksi saluran pencernaan akut (ISPA) atau penyebab lainnya. Dinkes Garut juga terus melakukan pemantauan kasus diare akut melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta menindaklanjuti setiap sinyal kewaspadaan.
"Selama kunjungan tersebut rombongan mengonsumsi makanan dari beberapa sumber dan lokasi yang berbeda, dan sejauh ini kami belum memperoleh laporan kejadian serupa dari pengunjung lain yang mengonsumsi makanan di lokasi yang sama," katanya. Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan sementara, seperti tahun tahun sebelumnya di musim pancaroba seperti sekarang ini terdapat peningkatan kasus diare dan ISPA, tapi saat ini belum menunjukkan ke arah adanya wabah diare di Garut.
Setiap ada keluhan penyakit di masyarakat, kata dia, Dinkes Garut akan segera menindaklanjuti untuk menyelidiki penyebab, dan selanjutnya menanggulangi masyarakat yang terdampak. "Setiap laporan tetap ditindaklanjuti secara serius dan profesional. Kami juga mengimbau masyarakat serta wisatawan untuk tetap tenang, menjaga kebersihan, dan memastikan makanan maupun minuman yang dikonsumsi aman dan higienis," katanya.
- Garut
- wisatawan keracunan
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Kemenag Sumut Menyampaikan Tinggi Hilal di Medan Mencapai 6,52 Derajat
-
Hamburg Mundur dari Pencalonan Tuan Rumah Olimpiade Setelah Ditolak Warga
-
Pemprov Banten Rancang Kebijakan, ASN Penunggak Pajak Kendaraan Terancam Sanksi Potong Tukin
-
Bukan Cuma APBD, Pendanaan Alternatif Jadi Kunci Lanjutkan Pembangunan LRT Jakarta
-
Undana dan RSUD Johannes Kupang Hadirkan Layanan Jantung Tanpa Operasi Terbuka.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.