1.200 Ha Sawah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Batang Hari

Senin, 19 Okt 2026, 15:19 WIB

JAMBI -- Sekitar 1.200 hektare (ha) lahan persawahan petani di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi terdampak kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda daerah itu.

Dari lahan seluas itu, sekitar 194 hektare lahan persawahan dilaporkan mengalami puso atau gagal panen akibat minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Ket. Foto: Lahan sawah kekeringan di Kabupaten Batang Hari. — Sumber: ANTARA/Risky

"Untuk lahan sawah yang mengalami puso itu tersebar di tujuh kecamatan yang memiliki area pertanaman padi," kata Kepala Bidang Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Batang Hari Roma Uliana di Muara Bulian, Senin.

Kondisi ini dipicu terbatasnya ketersediaan air, baik dari pasokan Sungai Batang Hari maupun sumber air sumur milik petani sendiri.

Ia menyebutkan kondisi kekeringan masih perlu diwaspadai, karena hujan turun hanya sesekali dan belum mampu memenuhi kebutuhan air tanaman padi secara optimal. Bahkan, sekitar 183 hektare lahan lainnya masih mengalami kekeringan berat.

Menurut dia, jika kondisi ini terus berlanjut dan curah hujan belum mencukupi, maka luas lahan yang mengalami puso dikhawatirkan bisa bertambah.

Tanaman padi yang paling rentan mengalami puso adalah tanaman berusia nol hingga satu bulan atau masih dalam fase vegetatif. Pada tahap ini, tanaman sangat membutuhkan pasokan air untuk mendukung pertumbuhan.

Sementara itu, kata dia, tanaman yang telah memasuki fase generatif atau mulai berbuah masih berpeluang dipanen, meskipun hasil produksinya berpotensi menurun akibat kekurangan air.

Pihaknya terus mengantisipasi meluasnya gagal panen dengan mengoptimalkan penggunaan pompa air milik kelompok tani.

Selain itu, meminjamkan pompa air yang tersedia di dinas kepada petani yang membutuhkan. Upaya ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lahan persawahan yang masih dapat diselamatkan.

Kendati demikian, pemerintah daerah berharap hujan segera turun dengan intensitas yang memadai, sehingga kekeringan tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat ditekan.

"Apabila kondisi kering terus berlanjut, bukan hanya luas sawah puso yang berpotensi bertambah, tetapi juga produktivitas padi di Kabupaten Batang Hari terancam mengalami penurunan," ujarnya.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.