Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Melemah Dibayangi Sentimen Domestik dan Rupiah

30 Jumat, 30 Okt 2026, 11:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Melemah Dibayangi Sentimen Domestik dan Rupiah IHSG Hari Ini Melemah Dibayangi Sentimen Domestik dan Rupiah Doc: Antara

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (30/10) pagi dibuka melemah di tengah kekhawatiran investor terhadap kredibilitas pasar modal domestik serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) alias The Fed.

Adapun IHSG Jumat dibuka melemah 31,12 poin atau 0,61 persen ke posisi 5.066,94.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Jumat, menilai persoalan MSCI masih membayangi kepercayaan pelaku pasar dan investor.

Tekanan tersebut sebelumnya tercermin dari penurunan IHSG sebesar 3,49 persen. Pada saat yang sama, imbal hasil (yield) obligasi juga mengalami kenaikan hingga 7,64 persen.

Sentimen pasar keuangan domestik juga tercermin dari kekhawatiran mengenai potensi arus modal asing keluar yang dapat memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Hashim Djojohadikusumo sebelumnya memperingatkan rupiah berpotensi melemah hingga Rp20.000-Rp22.000 per dolar AS apabila persoalan pasar modal terkait evaluasi MSCI tidak segera diselesaikan.

“Pernyataan Hashim mengenai potensi pelemahan rupiah hingga Rp22.000 per dolar AS mencerminkan besarnya risiko kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik, khususnya di tengah ketidakpastian status Indonesia dalam indeks MSCI,” kata Maximilianus.

Meski Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menanggapi dengan menyatakan fundamental ekonomi Indonesia masih relatif baik, para investor tetap mewaspadai pelemahan lebih lanjut rupiah.

Sebaiknya Anda baca juga:

“Kami memperkirakan upaya BI menjaga rupiah akan tetap menjadi prioritas, dengan mengoptimalkan intervensi pasar dan instrumen moneter tanpa harus langsung menaikkan suku bunga acuan,” jelasnya.

Maximilianus memandang efektivitas kebijakan tersebut juga bergantung pada penyelesaian persoalan transparansi dan tata kelola pasar modal guna memulihkan kepercayaan investor asing.

Maka dari itu, risiko pelemahan rupiah bukan hanya ditentukan oleh faktor eksternal, melainkan juga kredibilitas reformasi pasar keuangan domestik.

Selain sentimen domestik, pergerakan pasar juga dibayangi perkembangan ekonomi AS, terutama kenaikan inflasi yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter The Fed.

Pilarmas mencatat indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS meningkat dari 3,4 persen menjadi 3,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sementara itu, pertumbuhan belanja konsumen melambat dari 0,9 persen menjadi 0,5 persen.

Kenaikan inflasi di tengah perlambatan belanja konsumen tersebut menambah ketidakpastian terhadap arah suku bunga AS. Kondisi ini berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap pasar keuangan global, termasuk Indonesia.

Dengan kombinasi sentimen domestik dan eksternal tersebut, Pilarmas memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Jumat. Berdasarkan analisis teknikal Pilarmas, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang support 4.815 dan resistance 5.185.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Pembongkaran bangunan liar di Jakarta

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pembongkaran bangunan liar ...
Ekonomi
Kerajinan topeng di Bantul ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.