Petani Subak Sembung Bali Manfaatkan Energi Surya dan Mikrohidro untuk Irigasi Sawah.
Kamis, 29 Okt 2026, 19:43 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Pertamina
Bagi para petani di kawasan Subak Sembung, Denpasar Utara, Bali, ketersediaan air pada musim kemarau menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Kini, pemanfaatan energi surya dan mikrohidro menghadirkan solusi bagi petani untuk mengoptimalkan pengairan sawah sekaligus menekan biaya operasional pertanian.
“Sebelum ada SIUMA, kami sering mengalami keterbatasan pasokan air untuk mengairi sawah, terutama saat musim kemarau. Sekarang, dengan adanya teknologi sensor kelembaban tanah yang didukung listrik dari mikrohidro, kami dapat mengetahui lahan mana yang membutuhkan air dan mana yang sudah cukup. Dengan begitu, penggunaan air menjadi lebih tepat sasaran, efisien, dan tidak terbuang sia-sia,” ungkap Wayan Sukadana (47), Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari.
Melalui Sistem Suplai Energi Manajemen Irigasi Uma Palak (SIUMA), yang mengintegrasikan teknologi kincir air atau mikrohidro dengan panel surya, air sungai dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung pengairan lahan pertanian. Sistem ini juga menyediakan pasokan energi bagi kegiatan usaha tani dan penerangan di kawasan persawahan seluas 10,26 hektar.
Manfaat tersebut turut dirasakan Wayan bersama I Made Darayasa (62), Pekaseh atau Ketua Subak Sembung. Kehadiran teknologi berbasis energi terbarukan membantu para petani mengatasi pasokan air sekaligus mengurangi tingginya biaya operasional pertanian.
Salah satu perubahan nyata terlihat dari penggunaan mesin pertanian. Jika sebelumnya pengolahan lahan mengandalkan traktor diesel, kini petani mulai memanfaatkan traktor listrik berbaterai yang dapat diisi ulang menggunakan energi surya dan mikrohidro. Inovasi ini tidak hanya mengurangi penggunaan bahan bakar, tetapi juga memungkinkan petani melakukan pengisian daya secara mandiri tanpa tambahan biaya listrik.
Manfaat energi terbarukan bagi petani Uma Palak Lestari juga terus diperluas. Dalam rangkaian kunjungan delegasi ASCOPE, Pertamina turut menyerahkan bantuan berupa mesin giling padi elektrik kepada kelompok tani setempat. Mesin dengan kapasitas pengolahan hingga 200 kilogram padi per jam ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan kemudahan bagi petani dalam mengolah hasil panen menjadi beras.
Kehadiran mesin tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat kemandirian petani, tidak hanya pada proses pengairan dan pengolahan lahan, tetapi juga hingga tahap pascapanen. Dengan dukungan mesin berbasis listrik, petani memiliki kesempatan untuk mengolah hasil panennya secara lebih efisien, meningkatkan nilai tambah produk pertanian, serta memperkuat potensi pendapatan kelompok tani.
Bagi masyarakat Uma Palak Lestari, dukungan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang semakin mandiri, di mana pemanfaatan energi bersih tidak hanya membantu menjaga produktivitas sawah, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi para petani.
Saat ini, aktivitas pertanian di kawasan Subak Sembung dikelola oleh 185 petani dan memberikan dampak ekonomi langsung kepada lebih dari 400 warga sekitar. Melalui pengembangan usaha pertanian dan pariwisata, Kelompok Usaha Bersama (KUB) bersama petani lokal mampu menghasilkan pendapatan lebih dari Rp585 juta per tahun.
Peningkatan nilai ekonomi pertanian juga didukung oleh pengembangan komoditas unggulan berupa beras Mentik Susu. Sebagai salah satu varietas beras premium, Mentik Susu memiliki nilai jual tinggi di segmen pasar premium karena dikenal memiliki indeks glikemik rendah serta kandungan serat yang tinggi.
Tidak hanya berfokus pada sektor pertanian, kawasan Subak Sembung kini juga berkembang menjadi ruang aktivitas dan destinasi wisata masyarakat. Kehadiran jalur joging sepanjang 2,4 kilometer yang membentang di tengah hamparan persawahan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan.
Untuk mendukung aktivitas tersebut, sebanyak 43 titik lampu penerangan otomatis yang ditenagai SIUMA telah terpasang di kawasan ini, sehingga masyarakat dapat tetap beraktivitas hingga malam hari. Berbagai kegiatan, mulai dari berjalan santai, berolahraga, hingga membeli sayuran segar langsung dari petani, turut menggerakkan perekonomian lokal sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan bagi kelompok tani melalui sektor pariwisata.
Keberhasilan mengintegrasikan pemanfaatan energi terbarukan, produktivitas pertanian, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat ini turut menarik perhatian delegasi ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) yang berkunjung langsung ke kawasan Desa Energi Berdikari (DEB) Uma Palak Lestari. Dalam kunjungan tersebut, para delegasi menyaksikan bagaimana pengembangan energi bersih dapat berjalan beriringan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Program Uma Palak Lestari merupakan bagian dari inisiatif Desa Energi Berdikari (DEB) yang dikembangkan PT Pertamina (Persero). Melalui pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan dan potensi lokal, program ini mendorong pemanfaatan energi terbarukan sebagai penggerak kegiatan produktif sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, menyampaikan bahwa model pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan di Uma Palak Lestari mendapatkan respons positif dari para delegasi ASCOPE. Bahkan, pendekatan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dipelajari dan direplikasi oleh perusahaan energi nasional di negara-negara tetangga.
“Dari testimoni para delegasi, mereka menyampaikan belum pernah melihat model pengelolaan community involvement and development seperti ini sebelumnya. Bahkan, delegasi dari Timor Leste secara khusus menanyakan konsep detail dan potensi pendapatan petani untuk dipelajari,” ujar Arya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!