Serangan Yordania di Suriah Tewaskan Anak-anak, Satu Keluarga Hancur
Rabu, 28 Okt 2026, 01:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP
Al-Sanamayn (Suriah) - Di dalam ambulans yang membawa jenazah kerabatnya yang tewas akibat serangan Yordania di Suriah selatan, seorang pemuda duduk terpaku dalam keterkejutan setelah kehilangan sebagian besar keluarganya dalam sekejap.
"Kami sedang tidur ketika rudal menghantam rumah kami. Ibu saya, kakak laki-laki saya, dan ketiga anaknya -- dua laki-laki dan seorang perempuan -- tewas," kata Nassouh al-Salim sambil menatap kantong jenazah berwarna abu-abu.
Yordania melancarkan serangan pada Senin (26/10) sebagai respons terhadap serangan kelompok jihadis di sebuah gereja pada pekan sebelumnya yang menewaskan sembilan orang.
Damaskus menyatakan serangan udara tersebut menewaskan tujuh orang, termasuk tiga anak. Namun, Yordania mengatakan serangan itu menewaskan lebih dari 20 anggota kelompok ISIS (Negara Islam), sembari menyampaikan penyesalan atas jatuhnya korban sipil.
Di desa terpencil Al-Taf, Provinsi Daraa, yang berbatasan dengan Yordania, sebuah rudal menghantam ruang keluarga rumah keluarga Salim, meninggalkan kawah besar dan meruntuhkan sebagian besar bangunan sederhana tersebut.
Buku-buku sekolah dan pakaian anak-anak berserakan di antara puing-puing beton dan perabotan yang hancur.
"Mereka sedang berada di masa terbaik dalam hidup mereka, tidak bersalah dan tanpa cela," kata Yassine al-Salim, 78 tahun, kerabat lainnya.
"Bagaimana mungkin sebuah pemerintah menyerang rumah-rumah tanpa alasan yang jelas?"
Di ambulans lain, dua pria duduk di samping seorang anak yang terluka dan tampak tidak sadarkan diri.
Pemakaman para korban dilaksanakan pada Selasa.
Yordania menyatakan telah menyerang "organisasi teroris", termasuk sebuah gudang senjata kelompok ISIS berskala "besar". Militer menambahkan bahwa mereka berupaya menghindari lokasi yang diyakini menjadi tempat keberadaan warga sipil.
Beberapa jam sebelum serangan dilancarkan, Amman mengumumkan penangkapan tiga warga Yordania -- dua bersaudara dan seorang kerabat lainnya -- yang dituduh melakukan serangan mematikan terhadap gereja Ortodoks Yunani di Provinsi Karak.
Duka
"Sebuah pesawat datang pada malam hari, mereka mengebom secara membabi buta. Orang-orang tak bersalah tinggal di sini, mereka tidak ada hubungannya dengan kelompok mana pun," kata Yasser al-Sardi, 46 tahun, pemilik toko kelontong di Al-Taf.
ISIS, yang pernah menguasai wilayah luas di Suriah dan Irak, kehilangan kendali teritorialnya di Suriah pada 2019. Namun, sisa-sisa kelompok tersebut masih berada di negara itu, termasuk di kawasan gurun yang luas.
Kelompok tersebut, yang juga pernah hadir di Provinsi Daraa selama perang saudara Suriah, sesekali masih mengklaim bertanggung jawab atas serangan, terutama terhadap pasukan keamanan pemerintah.
Di luar sebuah rumah sakit di Provinsi Daraa tempat para korban dibawa, kerabat yang berduka berkumpul, sementara seorang perempuan menangis di bahu orang lain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!