Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Dukung Moratorium Smelter Nikel Setengah Jadi, Ini Alasannya

30 Jumat, 09 Okt 2026, 21:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
 DPR Dukung Moratorium Smelter Nikel Setengah Jadi, Ini Alasannya  DPR Dukung Moratorium Smelter Nikel Setengah Jadi, Ini Alasannya Doc: Antara
Ket. Kapasitas smelter Nickel Pig Iron (NPI) di dalam negeri sudah berlebih sehingga investasi baru perlu diarahkan pada industri pengolahan lanjutan

 JAKARTA — Anggota Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mendukung wacana moratorium pembangunan smelter nikel yang menghasilkan produk setengah jadi. Menurutnya, kapasitas smelter Nickel Pig Iron (NPI) di dalam negeri sudah berlebih sehingga investasi baru perlu diarahkan pada industri pengolahan lanjutan.

Wacana tersebut mencuat setelah Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membuka opsi moratorium pada Rabu (7/10/2026). Langkah itu dipertimbangkan karena pasokan nikel dinilai melebihi kebutuhan pasar sehingga menekan harga. Namun, kebijakan moratorium tersebut belum diputuskan pemerintah.

Bambang menilai hilirisasi nikel tahap pertama telah mendorong tumbuhnya industri pengolahan yang menghasilkan NPI dan ferronickel. Meski demikian, sebagian produk tersebut masih dijual ke luar negeri sehingga nilai tambah yang dapat dikembangkan di dalam negeri dinilai belum maksimal.

“Yang kita butuhkan sekarang ini adalah hilirisasi lanjutan, jadi tidak berhenti pada pembangunan pabrik atau smelter setengah jadi tahap pertama,” ujar Bambang dikutip dari laman resmi DPR RI, Jumat (9/10)

Investasi ke Produk Turunan

Menurut Politisi Fraksi Partai Golkar itu, investasi baru perlu diarahkan pada industri yang mampu mengolah NPI dan ferronickel menjadi produk turunan dengan nilai tambah lebih tinggi. Dengan demikian, hilirisasi tidak hanya berfokus pada pengolahan bijih nikel menjadi bahan setengah jadi, tetapi berlanjut ke tahapan industri berikutnya.

Ia menilai wacana moratorium dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi arah investasi dan mendorong pengembangan kapasitas pengolahan lanjutan. Pasalnya, Indonesia dinilai tidak lagi membutuhkan penambahan kapasitas smelter NPI dalam jumlah besar.

“Kami terbuka dengan segala ide dan masukan, termasuk gagasan Menteri ESDM untuk moratorium smelter nikel setengah jadi. Untuk smelter NPI, kita sudah overload. Yang kita perlukan adalah smelter lanjutan yang mengolah NPI tersebut,” tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Megapolitan
Sensus Ekonomi Jakarta Hamp...
Ekonomi
Bulog Lampaui Target Serapa...
Ekonomi
Pelepasan Ekspor Komoditas ...
Advertisement
Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.