Riset IWG: AI Percepat Generasi Z Menjadi Pemimpin Bisnis
Rabu, 28 Okt 2026, 22:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: IWG
JAKARTA — Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai mengubah cara perusahaan mengembangkan calon pemimpin bisnis, dengan Generasi Z berpotensi mencapai posisi eksekutif lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. Teknologi ini dinilai membantu karyawan muda memperluas pengetahuan, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengambil tanggung jawab strategis sejak awal karier.
Temuan tersebut terungkap dalam laporan terbaru International Workplace Group (IWG) bertajuk The Z-Suite: How a New Generation Is Evolving the Boardroom. Penelitian itu menunjukkan bahwa para pemimpin senior semakin melihat kecakapan digital dan kemampuan menggunakan AI sebagai keunggulan bisnis yang dapat mempercepat perkembangan karier karyawan muda.
Dalam penelitian tersebut, sebanyak 82 persen pemimpin bisnis senior menyatakan AI mempercepat perkembangan pemimpin muda. Sementara itu, 80 persen responden meyakini karyawan muda mereka berpotensi mencapai posisi kepemimpinan lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya.
Dukungan tersebut juga terlihat dari kesiapan perusahaan memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada Generasi Z. Sebanyak 92 persen pemimpin senior menyatakan bersedia menunjuk kandidat dari generasi tersebut untuk menduduki posisi kepemimpinan senior.
IWG, perusahaan penyedia ruang kerja fleksibel yang menaungi merek Regus dan Spaces, menilai perkembangan ini mencerminkan perubahan dalam proses identifikasi, pengembangan, dan promosi calon pemimpin di lingkungan bisnis.
Sebaiknya Anda baca juga:
AI tidak lagi dipandang hanya sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas. Teknologi ini juga membantu karyawan mengakses pengetahuan, menyelesaikan pekerjaan yang lebih kompleks, dan mengembangkan kemampuan yang sebelumnya membutuhkan pengalaman kerja bertahun-tahun.
AI Mempercepat Penguasaan Pengetahuan
Penelitian IWG menemukan bahwa empat dari lima atau 80 persen pemimpin muda menyatakan AI membantu mereka memperoleh pengetahuan yang sebelumnya membutuhkan pengalaman bertahun-tahun untuk dikuasai.
Selain itu, 79 persen responden muda mengatakan AI membantu mereka menyelesaikan tugas di luar tingkat senioritas atau jabatan yang sedang mereka pegang. Temuan ini mengindikasikan bahwa akses terhadap teknologi AI dapat memperluas kemampuan karyawan dalam menangani pekerjaan yang lebih kompleks pada tahap awal karier.
Bagi Generasi Z yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital, kemampuan memanfaatkan AI menjadi salah satu modal untuk mempercepat pembelajaran di tempat kerja. Teknologi tersebut dapat membantu mereka mengakses informasi, mengeksplorasi solusi, dan mendukung proses pengambilan keputusan.
Meski demikian, penguasaan teknologi tidak serta-merta menggantikan pengalaman praktis dan kemampuan memimpin tim. Pengembangan kepemimpinan tetap membutuhkan kesempatan menerapkan pengetahuan, memahami dinamika organisasi, serta mempertimbangkan konsekuensi dari setiap keputusan bisnis.
Kepercayaan Diri dan Ambisi Karier Meningkat
Manfaat AI juga tercermin dalam persepsi pemimpin muda terhadap kemampuan dan perkembangan karier mereka. Sebanyak 78 persen responden Generasi Z menyatakan AI meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menjalankan tanggung jawab kepemimpinan.
Sementara itu, 79 persen menilai AI membantu mereka memberikan kontribusi yang lebih strategis bagi organisasi. Sebanyak 86 persen responden muda juga meyakini perkembangan karier mereka berlangsung lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya.
Optimisme tersebut terlihat dari ambisi mereka untuk menduduki posisi eksekutif pada usia relatif muda. Sebanyak 95 persen responden berusia 21–29 tahun meyakini mereka berpeluang mencapai posisi kepemimpinan senior pada usia 30 tahun.
Angka tersebut menggambarkan tingginya kepercayaan diri Generasi Z terhadap peluang karier mereka di tengah perubahan teknologi. Namun, temuan ini merupakan persepsi responden mengenai peluang dan perkembangan karier, bukan bukti bahwa seluruh karyawan muda akan mencapai posisi eksekutif pada usia tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!