AstyFarm Catat Pertumbuhan Transaksi 52 Persen di Tokopedia dan TikTok Shop
Rabu, 28 Okt 2026, 22:30 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Tokopedia
JAKARTA — Produsen tomat ceri lokal AstyFarm mencatat pertumbuhan nilai transaksi sebesar 52 persen pada kuartal III 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya melalui Tokopedia dan TikTok Shop. Sejak bergabung dengan kedua platform perdagangan digital tersebut pada Februari 2026, produk AstyFarm kini telah menjangkau konsumen di 42 kota di Indonesia.
Pertumbuhan bisnis tersebut turut mendorong perusahaan memperluas lahan produksi dari semula 2 hektare menjadi 12 hektare. Ekspansi ini juga mendukung aktivitas 300 pekerja, termasuk 150 petani lokal yang sebagian di antaranya merupakan ibu rumah tangga di sekitar area perkebunan.
AstyFarm didirikan oleh Asty Ananta melalui PT Asty Farm Indonesia pada 2024. Gagasan bisnis ini berawal dari pengalamannya mengunjungi Korea Selatan dan Jepang, ketika ia menemukan tomat ceri dengan rasa manis alami dan tekstur renyah. Pengalaman tersebut mendorongnya menghadirkan produk serupa untuk konsumen Indonesia.
Produk yang dikembangkan perusahaan adalah Cherry Tomato Stevia, tomat ceri yang menggunakan stevia tanpa tambahan gula. AstyFarm menawarkan produk tersebut sebagai alternatif bagi konsumen yang ingin menikmati tomat ceri dengan karakter rasa manis.
Pada awalnya, perusahaan mengandalkan supermarket sebagai kanal penjualan utama. Namun, untuk memperluas jangkauan pasar, AstyFarm mulai memanfaatkan perdagangan digital melalui Tokopedia dan TikTok Shop pada Februari 2026.
Melalui kedua platform tersebut, perusahaan menggunakan video pendek, sesi belanja langsung atau live shopping, serta promosi melalui affiliate creator untuk memperkenalkan produk kepada konsumen baru. Strategi ini dinilai membantu perusahaan menjelaskan karakter produk sekaligus memberikan kesempatan kepada konsumen untuk berinteraksi langsung dengan penjual.
“Sejak awal, kami ingin menghadirkan pengalaman baru menikmati tomat ceri bagi konsumen Indonesia. Melalui Tokopedia dan TikTok Shop, kami dapat memperkenalkan Cherry Tomato Stevia melalui konten digital, berinteraksi langsung dengan konsumen melalui fitur live shopping, serta menjangkau audiens baru melalui affiliate creator,” ujar Asty Ananta, Chief Visionary Officer AstyFarm melalui siaran pers pada hari Rabu (28/10).
Menurut dia, dukungan ekosistem kedua platform tersebut membantu perusahaan memperluas akses pasar dan mendorong pertumbuhan bisnis, sekaligus mendekatkan produk lokal kepada konsumen di berbagai daerah.
Konten Digital Bantu Konsumen Mengenal Produk
Bagi AstyFarm, memperkenalkan produk yang belum banyak dikenal membutuhkan pendekatan yang dapat menjelaskan keunikan produk kepada calon pembeli. Salah satu strategi yang digunakan adalah discovery commerce, yakni pendekatan perdagangan yang menghubungkan penemuan produk melalui konten digital dengan aktivitas belanja.
Video pendek digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai produk, sedangkan sesi live shopping memungkinkan perusahaan menjawab pertanyaan konsumen secara langsung. Setelah mengenal produk, konsumen dapat melanjutkan proses pembelian melalui platform yang sama.
Asty Ananta mengatakan, konten digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga membantu konsumen menemukan produk yang sebelumnya belum mereka kenal.
“Video pendek membantu kami menceritakan keunikan produk, sedangkan sesi live shopping memberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dan menjawab rasa ingin tahu konsumen. Ketika tertarik, mereka juga bisa langsung menemukan dan membeli produk melalui Tokopedia dan TikTok Shop,” katanya.
Data internal Tokopedia dan TikTok Shop menunjukkan, jumlah pesanan yang dihasilkan melalui sesi live oleh penjual dan affiliate creator pada kuartal I 2026 meningkat 59 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Sementara itu, jumlah pesanan dari video pendek tumbuh 135 persen secara tahunan.
Perkembangan tersebut berlangsung seiring pertumbuhan kategori makanan dan minuman atau Food & Beverage (F&B) di kedua platform. Pada kuartal III 2026, kategori ini mencatat pertumbuhan 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah penjual di kategori F&B juga meningkat 45 persen secara tahunan.
Data tersebut memperlihatkan perkembangan aktivitas perdagangan digital di sektor makanan dan minuman. Bagi pelaku usaha lokal, kanal digital menjadi salah satu pilihan untuk memperkenalkan produk, membangun interaksi dengan konsumen, dan memperluas jangkauan penjualan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!