Irau Malinau 2026, Festival Budaya Lokal Jadi Mesin Ekonomi
Rabu, 28 Okt 2026, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Malinau.
MALINAU – Festival Budaya Irau Malinau Ke-12 dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-27 Kabupaten Malinau Tahun 2026 yang digelar 20-26 Oktober 2026 berjalan sukses dan mendongkrak perekonomian masyarakat.
“Pelaksanaan Irau Malinau tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Kabupaten Malinau,” ujar Bupati Malinau Wempi W Mawa diwawancara terkait hasil pelaksanaan Irau Malinau Ke-12 Tahun 2026 di Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (28/10).
Wempi menyebutkan, berdasarkan pendataan yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Politeknik Malinau, jumlah pengunjung yang datang ke arena Panggung Budaya Padan Liu’ Burung sebagai lokasi utama Irau Malinau, hingga menjelang malam penutupan mencapai 34.636 orang.
“Dari aktivitas tersebut, perkiraan pengeluaran pengunjung mencapai Rp2,95 miliar. Untuk total perputaran uang selama penyelenggaraan Irau Malinau Tahun 2026 tercatat sebesar Rp9,94 miliar,” sebutnya.
Suksesnya pelaksanaan Irau Malinau pada Tahun 2025 lalu, kata Wempi, membuat Irau Malinau pada Tahun 2026 masuk sebagai salah satu dari 125 Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Dengan masuk dalam agenda KEN, lanjutnya, Irau Malinau kini diselenggarakan setiap tahun, di mana sebelumnya Festival Budaya yang diselenggarakan untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Malinau tersebut digelar dua tahun sekali.
Menurutnya, kegiatan Irau membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pengusaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan berbagai sektor turut merasakan manfaatnya, mulai dari kuliner, penginapan, transportasi hingga jasa lainnya.
Oleh sebab itu, dia berharap agar Kementerian Pariwisata terus memberikan dukungan, baik pendanaan maupun mempromosikan hingga ke tingkat internasional.
“Saya berharap dampak positif Irau tidak berhenti setelah perayaan berakhir. Peluang usaha, pengalaman dan jejaring yang telah terbentuk menjadi modal bagi masyarakat untuk terus mengembangkan ekonomi lokal,” katanya.
Momentum Irau Malinau menjadi kesempatan para pengusaha UMKM memperkenalkan produknya dan dapat meraup penghasilan yang lebih besar.
“Irau Malinau kesempatan pertama saya untuk memperkenalkan produk minuman kopi dan non-kopi kepada masyarakat Malinau,” ujar Yuda, pemilik usaha Circle & Co.
Yuda mengatakan, melalui kegiatan tersebut, ia ingin terlebih dahulu mengenalkan produknya sekaligus melihat respons pasar sebelum mengembangkan usaha lebih lanjut.
“Karena ini baru pertama kali ikut dan usaha juga baru mau dibuka, jadi kami ingin mencari pasar terlebih dahulu di Irau,” ungkap Yuda.
Namun ia tak menyangka, meski baru pertama kali berpartisipasi, penjualan selama mengikuti kegiatan Irau, ia mampu memperoleh pendapatan sekitar Rp700.000,- hingga lebih dari Rp1.000.000,- per hari.
“Saya berharap acara seperti ini bisa lebih sering diadakan supaya UMKM lokal bisa terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malinau Sergius menyebutkan, pada Irau Malinau Tahun 2026 yang digelar selama seminggu melibatkan 190 UMKM.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!