Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD DKI Dorong Pemilahan Sampah dari Hulu, 11 Sungai Jadi Sasaran

📅 Selasa, 13 Okt 2026, 17:25 WIB | Oleh:
DPRD DKI Dorong Pemilahan Sampah dari Hulu, 11 Sungai Jadi Sasaran Doc: DPRD DKI Jakarta
Ket. Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas pengelolaan sampah terpadu ke 11 sungai mendapat dukungan dari kalangan legislator. Langkah yang digagas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tersebut dinilai dapat menekan penumpukan sampah di Pintu Air Manggarai melalui penyaringan dan pengolahan sejak dari hulu.

JAKARTA - Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas pengelolaan sampah terpadu ke 11 sungai mendapat dukungan dari kalangan legislator. Langkah yang digagas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tersebut dinilai dapat menekan penumpukan sampah di Pintu Air Manggarai melalui penyaringan dan pengolahan sejak dari hulu.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Muhammad Thamrin menilai, penanganan sampah perlu dilakukan sebelum terbawa arus menuju kawasan perkotaan. Fasilitas penyaringan terpadu seperti yang berada di TB Simatupang dinilai dapat membantu memilah sampah sungai berdasarkan jenisnya agar bisa ditangani sesuai karakteristik masing-masing.

"Lebih baik sampah disaring dari hulu agar langsung dipilah dan diolah," ujar Thamrin, beberapa waktu lalu.

Melalui sistem pemilahan tersebut, sampah organik dapat diolah menjadi kompos dan maggot, sedangkan sampah anorganik bisa dipadatkan untuk kebutuhan industri. Pengolahan sejak awal diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang menumpuk sekaligus meningkatkan pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.

Thamrin mengatakan, perluasan sistem penyaringan ke 11 sungai lainnya harus diikuti dengan integrasi fasilitas pengolahan sampah. Sejumlah fasilitas yang dapat mendukung proses tersebut di antaranya Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, RDF Bantargebang, serta tempat pengolahan sampah dengan prinsip reduce, reuse, recycle (TPS 3R).

Menurut dia, setiap jenis sampah membutuhkan penanganan yang berbeda agar proses pengolahan berjalan efektif. Sampah basah yang berasal dari sungai, misalnya, tidak dapat langsung diproses di fasilitas RDF sehingga memerlukan penanganan awal sebelum masuk ke tahap pengolahan berikutnya.

Integrasi antarfasilitas diperlukan agar sampah yang telah disaring tidak justru menimbulkan persoalan baru di tempat pengolahan. Pemerintah daerah perlu memastikan proses pemilahan, pengangkutan, hingga pengolahan akhir berjalan sesuai dengan kondisi sampah yang dikumpulkan.

Selain memperkuat infrastruktur, Thamrin meminta Pemprov DKI meningkatkan edukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah dari lingkungan tempat tinggal. Ia juga menekankan pentingnya penegakan aturan di tingkat rumah tangga agar sampah tidak dibuang sembarangan dan berakhir di saluran air maupun sungai.

Salah satu upaya yang dapat dioptimalkan adalah pelaksanaan Peraturan Gubernur Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga. Penguatan bank sampah dan pengoperasian TPS 3R di tingkat kelurahan juga dinilai dapat membantu mengurangi sampah yang masuk ke aliran sungai.

"Kalau TPS 3R di kelurahan berjalan, sampah tidak akan masuk ke sungai sejak awal," kata Thamrin.

Ia menilai, keberhasilan pengelolaan sampah sungai tidak hanya bergantung pada fasilitas yang dibangun pemerintah, tetapi juga pada kebiasaan masyarakat dalam memilah dan membuang sampah. Karena itu, keterlibatan warga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas pengolahan sampah di berbagai wilayah Jakarta.

Thamrin turut mendorong kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan daerah penyangga, terutama Bogor dan Depok, untuk mengendalikan sampah yang terbawa dari wilayah hulu. Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui skema bantuan hibah berbasis kinerja yang mendukung pembangunan fasilitas penyaringan sampah sekaligus pengawasan terhadap pembuangan sampah liar di sepanjang aliran Sungai Ciliwung.

"Replikasi ke 11 sungai itu perlu didukung eksekusi teknis dan kerja sama lintas daerah," imbuh dia.

Menurut Thamrin, pengendalian sampah dari daerah hulu harus menjadi bagian dari strategi bersama karena aliran sungai tidak dibatasi oleh wilayah administrasi pemerintahan. Dengan koordinasi yang baik, upaya penanganan sampah dapat dilakukan sejak sumbernya sehingga beban pengelolaan di wilayah Jakarta bisa berkurang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Apple Luncurkan HomePod Mini Generasi Kedua

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Apple Luncurkan HomePod Min...
Advertisement
Sejarah Besar! Akhirnya Ada Orang Indonesia yang Berlaga di Liga Champions!!!

Sejarah Besar! Akhirnya Ada Orang Indonesia yang Berlaga di Liga Champions!!!

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.