Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pariaman Minta BMKG Aktifkan HR Radar, Ada Harapan Besar untuk Kesejahteraan Nelayan

4 Kamis, 15 Okt 2026, 00:55 WIB | Oleh:
Pariaman Minta BMKG Aktifkan HR Radar, Ada Harapan Besar untuk Kesejahteraan Nelayan Pariaman Minta BMKG Aktifkan HR Radar, Ada Harapan Besar untuk Kesejahteraan Nelayan Doc: Antara foto
Ket. Salah seorang warga Kota Pariaman, Sumbar melihat salah satu perangkat dalam sistem HF Radar milik BMKG yang dipasang di Pantai Taman Anas Malik.

PARIAMAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), meminta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengaktifkan teknologi HR Radar di Taman Anas Malik guna mendukung keselamatan melaut dan meningkatkan kesejahteraan nelayan di daerah itu.

“Kami berharap BMKG mengaktifkan HR Radar untuk membantu nelayan memperoleh informasi cuaca dan mendeteksi kumpulan ikan sehingga dapat meningkatkan hasil tangkapan dan kesejahteraan mereka,” kata Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman, Rabu.

HR Radar merupakan sistem radar frekuensi tinggi berbasis darat di wilayah pesisir yang digunakan untuk mengamati dan memetakan kondisi laut secara real-time atau near real-time.

Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang diselenggarakan BMKG melalui Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur Padang di Pariaman.

Ia mengatakan Pariaman memiliki potensi kelautan dan perikanan yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat. Namun, lanjutnya, aktivitas penangkapan ikan dipengaruhi kondisi cuaca dan laut yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Menurut dia, tinggi gelombang, kecepatan dan arah angin, serta arus laut merupakan sejumlah faktor alam yang memengaruhi keselamatan pelayaran, keberhasilan penangkapan ikan, hingga pendapatan nelayan.

Ia mengatakan Pemkot Pariaman mendukung penuh pelaksanaan SLCN di daerah itu yang melibatkan 35 nelayan setempat karena hal itu selaras dengan penguatan teknologi mitigasi maritim HF Radar.

"Setelah ini para nelayan tidak hanya mengetahui informasi prakiraan cuaca, tetapi juga sebagai literasi sehingga mampu memahami, membaca, dan memanfaatkan informasi tersebut sebagai dasar dalam mengambil keputusan sebelum melaut," ujar dia. 

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur Padang Sahat Mauli Pasaribu mengatakan SLCN merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BMKG untuk memperkecil risiko kecelakaan kerja di laut.

Ia mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk membekali nelayan dengan kemampuan membaca data cuaca, memahami pergerakan arus laut, serta mengetahui peta sebaran ikan.

Menurut dia, hal tersebut penting untuk menekan risiko kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem sekaligus membantu meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan.

Ia berharap melalui kegiatan itu nelayan semakin mampu memanfaatkan informasi meteorologi maritim dalam merencanakan aktivitas penangkapan ikan sehingga keselamatan saat melaut dapat lebih diperhatikan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Megapolitan
Kemacetan Jalan Raya Joglo ...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.