Ilmuwan: Kebakaran Hutan Bisa Picu Lonjakan Kanker Kepala dan Leher, Risiko Meningkat hingga 41 Persen
Minggu, 25 Okt 2026, 15:31 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMasyarakat yang berada di wilayah terdampak dapat mengurangi paparan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menutup celah masuknya asap, serta menggunakan penyaring udara atau masker yang sesuai jika diperlukan.
Pada akhirnya, kebakaran hutan menyisakan persoalan yang lebih panjang daripada kerusakan lingkungan yang terlihat. Ketika bara telah padam dan lanskap mulai pulih, partikel berbahaya yang terlepas ke udara masih dapat menjadi ancaman bagi kesehatan.
Penelitian Harvard tersebut menjadi pengingat bahwa dampak kebakaran hutan perlu dilihat bukan hanya dari luas lahan yang hangus, melainkan juga dari risiko kesehatan yang mungkin mengikuti masyarakat dalam jangka panjang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!